oui [French] = Yes [English]; day [English]= Hari [Indonesia]; it's all about of simply me. Just say 'oui' for all good wishes and better quality of life. Yes!!! it's Me, Ouiday (read: widay) :)
Selasa, 13 Januari 2015
Hello... :D
Ehm.. ehm.. sebenarnya agak susah juga mulainya, makanya perlu berdehem dan hanya memandangi layar kosong selama beberapa detik. Blank!!!
Well... saya mulai saja dari bercerita tentang hari-hari saya sejak memutuskan pensiun dini dari perusahaan tempat saya terakhir bekerja (damn mulai deh menerawang).
Tapi niat mengaktifkan blog kembali tertunda karena sejak Juni 2012 saya --Alhamdulillah-- kembali berkantor dengan load dan jadwal pulang yang sebagian besar di atas jam 8pm. Sampai rumah, gubrak dan exhausted, hehehheheh faktor U nih.
Di akhir Desember 2012 saya kembali memberanikan diri untuk mengambil resiko berhenti dari pekerjaan, dengan beberapa alasan pembenaran tentunya, meski diperenguti ibu.
Januari 2013, saya kembali mengenal tempat kerja yang baru, tapi sepertinya belum memberikan kenyamanan. Alhamdulillah, wa syukurillah awal Februari, saya mendapat rizki, yaitu pekerjaan yang inshaAllah sesuai dengan passion saya.
Satu tahun terakhir ini telah memberi begitu banyak hikmah dan pelajaran hidup. Saya belajar mengatasi berbagai konflik. Yang terbesar adalah konflik batin, sampai dengan bagaimana saya harus melalui masa sakit, dengan minimnya finansial. What a great life.
***
Ternyata tulisan di atas masih menjadi draft sejak Feb 2013 *LOL*
Lanjut sekarang ach --mumpung bisa curi-curi waktu nih--.
Alhamdulillah hampir 2 tahun saya ada di perusahaan ini dan layaknya perahu kehidupan, angina semilir sampai badai topan saya coba hadapi dengan besar hati dan semangat. Alasannya simple, kebahagiaan dan keinginan memberikan kehidupan yang lebih baik buat Razka.
Meski tak mudah, tapi saya percaya, bahwa ada waktunya saya akan berkata I've deserves to get a better and happy life. So... ikhlas dan sabar lah yang akan menjadi kunci kebahagiaan saya kelak.
Mari jalani dan hadapi dengan baik apa yang akan menghadang kita di depan. Yang penting apa yang kita lakukan adalah kebenaran. That's it. Semangaaatttt......
Minggu, 21 Oktober 2012
Serba Oatmeal
Hmmm yummy dan sehat, apalagi saya tambahkan dengan bubuk cinamon --bubuk bumbu andalan-- :)
Agar lebih membangkitkan minat mengolah oatmeal, saya sertakan juga artikel akan manfaat oatmeal bagi kesehatan kita :) #menyusul ya.... harus oprak-oprek lagi. maklum ini sudah di-draft sejak setahun lalu.
Sharing di Majalah Ayahbunda

Spicy Garlic Fetucini

Senin, 18 April 2011
Terkini adalah ketika saya terkenang masa kecil, saya sering menjajakan kue bikinan ibu saya Bolu Kukus. Akhir-akhir ini bolkus dengan warna cantik dan merekah sempurna rupanya ingin sedikit menggeser keberadaan kue mangkuk imut dari barat, Cup Cake. Banyak teman yang berlomba menampilkan kue Bolu Kukus buatannya. Meski saya juga ingin eksis dengan bolu kukus di masa kanak-kanak, namun kemalasan saya mengalahkan keinginan tersebut. Untung saya mendapat inspirasi dari buku resep yang baru saya beli, Koleksi Sedap. Bolu Kukus Duo nya tidak dibuat dalam mangkuk-mangkuk kecil melainkan dengan cetakan loaf. Ide cemerlang buat pemalas macam saya ini qiqiqiiii.....
Taraaa.... ini hasilnya. Done in the 60 minutes

Ada beberapa hal yang mungkin tidak sesuai dengan resep dan sedikit menimbulkan rasa was-ws akan kegagalan. Misalnya coklat pasta yang dibutuhkan sebagai pewarna coklat saya ganti dengan lelehan dark chocolate, sehingga mungkin adonan akan sedikit lebih berat. Ketika kue jadi, yang jadi tanda tanya justru..... gambar di buku resep kue akan jadi tanpa merekah, tapi mengapa kue saya merekah sempurna?

Family Trip
Yippeee akhirnya punya kesempatan trip ke negara tetangga mengajak bapak ibu dan Razka tentunya. Mengingat ini adalah budget travelling jadi koper dikorbankan agar lebih pepak dan berdesakan, antara baju dan bekal.Terus terang saya tidak pernah merasa memiliki hadiah yang pantas bagi kedua ortu saya, Tapi semoga trip ini dapat menjadi penghiburan dan ajang refreshing bagi mereka. Seumur hidup mereka belum pernah ke luar negeri. Saya ingin di masa tua beliau, ada kenangan manis bepergian ke luar negeri bersama anak dan cucu :) Meski tetap dengan cara yang sederhana.
Kenyamanan berjalan-jalan di negeri Singa ini adalah udara yang jauh lebih bersih dari Indonesia, meski kadang kami harus berjalan agak jauh dari stasiun kereta ke tempat tujuan. Tapi ini baik bagi Razka mengajarkannya menghargai alam dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mengajarkannya menjaga kebersihan karena bak sampah hampir dapat ditemui di setiap sudut.
Melihat hal ini membuat saya berkhayal andai Jakarta sebersih ini, wow.... saya yakin devisa negara akan jauh meningkat. Karena terus terang kalau untuk urusan belanja dan harga, saya lebih memilih belanja di Jakarta. Begitu juga untuk wisata kuliner. Jakarta memiliki jenis dan tempat makan yang jauh lebih beragam dengan harga yang sangat bersahabat. Belanja barang branded, menurut saya Jakarta juga gak kurang-kurang ya koleksinya.... Kelebihan Singapur adalah mampu membuat pelancong melakukan perjalanan dengan nyaman. Wong namanya varian hewan di zoo nya juga lbh bagus di TSI. Singapur juga andal untuk urusan transportasi umum yang terintegrasi. Saya juga berandai-andai agar potensi TMII sebagai mini Indonesia dioptimalkan dari sisi kebersihan, kerapihan, dan kelengkapannya, pasti bisa jadi pusat studi dan kunjungan anak-anak yang ingin belajar mengenai budaya dan ilmu pengetahuan. Sayang ya yang menggarap potensi ini semua rasanya kurang profesional atau memang masyarakat kita belum mengenal budaya menghargai dan menghormati tempat wisata umum. At least menjaga kebersihan aja dan menimbulkan rasa memiliki yang tinggi sehingga ada keinginan merawatnya bersama-sama.Ach terlepas dari hasrat terpendam saya untuk Jakarta, saya bahagia karena pada kesempatan ini saya bisa sedikit memberikan suasana lain dalam kehidupan orang tua saya. Juga pengalaman baru bagi Razka, semoga terkesan ya nak.... kapan-kapan, InsyaAllah kita bisa liburan ke tempat yang lebih menarik ya....
Jumat, 15 April 2011
My spiritual journey
Sekarang saya baru tahu mengapa banyak orang yang sangat memimpikan berumrah atau berhaji, dan selalu rindu untuk kembali lagi berkunjung ke tanah suci, padahal sudah berkali-kali pergi. Meski saya juga memiliki keinginan yang sama, tapi saya pikir saya masih bisa menunda mewujudkannya sampai beberapa tahun mendatang. Namun kenyataannya ketika ada kesempatan itu, saya tidak sabar dan sangat tidak ingin menyia-nyiakannya. Meski demikian tetap ada sedikit rasa bersalah yang terselip kepada kedua orang tua saya, niatnya ingin mengumrahkan atau menghajikan mereka terlebih dahulu. Maaf ya pak... bu... rizkinya baru cukup untuk seorang.
Beberapa hari menjelang keberangkatan, hati saya berdebar tidak seperti biasanya. Antara rindu pada tanah suci, juga pedih meninggalkan Razka untuk 9 hari. Saya hanya bisa berdoa, memohon kekuatan dan keteguhan niat. Puji syukur kehadlirat Yang Maha Kuasa, Maha Penjaga, hanya pada Nya saya menitipkan keluarga dan harta. Alhamdulillah sampai hari H saya diberi kelancaran urusan.
Sebenarnya sebelum saya menjejakkan kaki di tanah Haram, keharuan sudah menyeruak memenuhi dada saya. Begitu kalimat talbiyah dikumandangkan serasa ingin langsung menumpahkannya dalam butiran tetes air mata. "Labbaik Allahuma labbaik, Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulka, laa syariikalak" --Aku datang memenuhi panggilanMu Ya allah, aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagiMu, aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu--. Apalagi ketika di hadapan saya berdiri Ka'bah dengan segala energinya, seketika itu juga kalimat tasbih, tahmid dan takbir tiada henti mengalir dari mulut saya, serasa berkumur membersihkan mulut saya dari ghibah dan kata yang sia-sia yang pernah dikeluarkannya.
Rangkaian umroh wajib kami lakukan langsung setibanya di Mekkah, pukul 2 pagi. Kepenatan dalam perjalanan mendadak sirna terbayar dengan kekhusukan ibadah. Ternyata semakin hari kecintaan kami pada baitullah semakin kuat. Terbukti ketika saya dan beberapa teman melakukan umroh sunnah dan tawaf wada'. Makin berat berpisah. 4 malam berlalu kami harus melanjutkan perjalanan ke Madinnah. Dalam doa perpisahan kami senantiasa berucap "Yaa Allah janganlah ini kunjungan yang terakhir bagi hamba. Ijinkan hamba, anak cucu hamba, serta keluarga hamba berkunjung kembali ke tanah HaramMu. Luaskanlah rizki hamba untuk memenuhi setiap undanganMu Yaa Rabb. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui doa orang-orang yang memohon". Amiin Yaa Rabb.
Perjalanan Mekkah - Madinnah memakan waktu sekitar 6 jam, perjalanan panjang ini tidak terlalu mulus dan kami harus siap melaksanakan sholat di musholla kecil yang kondisinya cukup memprihatinkan. Suhu di Madinnah juga relatif lebih dingin, 20 derajat celcius. Terus terang saya tidak siap dengan pakaian hangat.
Hari pertama di Madinnah, ada insiden kecil, kawan perjalanan saya kehilangan kameranya. Hal ini cukup membuatnya terpukul dan membuat kami tertinggal rombongan. Untungnya, Ali, muthawif kami menghibur kami dengan menyarankan kami untuk langsung ke Raudah. Dengan modal nekat dan mengucap Bismillah... kami beranikan diri melakukan kunjungan ke Raudah berdua saja. Deg-degan karena blank menghadapi 'medan' yang akan kami tempuh. Lagi-lagi Allah menunjukkan kecintaanNya kepada kami. Kami dipertemukan dengan seorang ibu muda yang juga terpencar dari rombongannya, tapi sudah punya pengalaman masuk halaman --raudah-- Masjid rumah Rasulullah, dengan sedikit bersabar, kami melenggang menuju Raudah dan sholat sunnah tanpa rintangan berarti.
Saya memanfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW berikut sahabat Abu Bakar As Siddiq Ra dan Umar bin Khatab Ra. Serta sujud memohon ampunan Allah SWT. Allah SWT berjanji siapa yang mengucap salam dan shalawat kepada Rasulullah berikut Abu Bakar dan Umar, maka Allah SWT akan meminjamkan jasad beliau untuk menjawab salam kita. Subhanallah.... dijawab salam dari pacar aja sudah gembira ria apalagi dijawab salam oleh Rasulullah.
Hikmah tidak saja kami dapat ketika berada di masjidil Haram maupun Nabawi ketika melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah. Namun banyak hikmah yang kami peroleh juga dalam perjalanan ziarah ini. Salah satunya adalah bagaimana perjuangan Rasulullah membela agamanya serta kecintaannya pada ummat lillahi taa'la. Mengapa Allah memerintahkan Rasul hijrah dari Mekkah Al Mukaromah ke Madinah. Bagaimana perjuangan Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah demi buah hatinya Ismail. Banyak hal yang bisa dipetik. Most of all adalah ketakwaan kita, kecintaan kita yang semata hanya kepada Allah SWT dan RassulNya.
Saya ikhlas bila ada sebagian orang akan mengatakan apa yang saya ungkapkan sebagai perbuatan riya atau pamer. Tapi sesungguhnya, dengan berbagi pengalaman ini merupakan ungkapan syukur saya yang berlimpah. Saya ingin men-encorrage sebanyak-banyaknya kepada teman-teman muslim. Bahwa sebelum menjenguk Ka'bah, maka semua perjalanan berkunjung ke negara-negara lain tiada bandingnya. Betapa kita, sebagai muslim, wajib melaksanakan salah satu rukun Islam ini, setidaknya sekali seumur hidup, jika mampu. Selama ini banyak doa-doa kita lebih diarahkan pada urusan duniawi, namun berapa banyak dari kita yang memohon dilapangkan rizki agar dapat berkunjung ke Baitullah? banyak yang pasrah dengan persyaratannya yaitu "jika mampu". Namun tidak disempatkan. Sehingga banyak yang mampu travelling ke banyak negara atau tujuan wisata dalam satu tahun, namun belum mampu berumroh. Bayangkan bila rizkinya itu dikumpulkan saya yakin mereka bisa berUMROH setidaknya sekali dalam setahun. Allah Maha Kaya.
Banyak juga dari kawan saya yang beralasan, "nanti deh kalau sholat gue sudah bener baru gue umroh atau haji". Padahal kalau kita balik, dengan berumroh atau berhaji maka akan terus memotivasinya untuk melakukan sholat atau ibadah lainnya dengan jauh lebih baik lagi. Subhanallah... apakah tidak membuatnya makin menjadi pribadi yang BENAR?
Tidak sedikit yang berkata "belum mendapat undangan Allah SWT", sesungguhnya Allah SWT telah menebar undanganNYA ke muka bumi kepada semua ummat tuk berkunjung ke Baitullah, hanya terkadang tanpa disadari kita tidak memanfaatkan undangan Beliau dengan baik, sehingga sering terlewat.
Ketika saatnya harus -kembali- berpamitan pada Madinnah Al Munawwarah rasa haru kembali memburu relung dada saya sehingga harus meminta mata tuk menahan butiran air yang akan tumpah. Dalam doa saya di akhir Subuh "Yaa Allah... ampunilah dosa-dosa hamba yang bak buih air laut. Berikanlah nikmat sehat, luaskanlah ilmu pengetahuan bagi hamba, dan lapangkanlah rizki hamba, kembalikanlah hamba ke tanah haramain. Sesungguhnya hanya kepada Engkaulah hamba memohon ampunan, kepada Engkaulah hamba mengadu dan meminta pertolongan. Sesunggguhnya Engkaulah Zat Yang Maha Mengetahui doa-doa orang yang memohon"
Meski berat meninggalkan tanah suci, tapi ada kegembiraan yang menyeruak, yaitu harapan terbayarnya rindu saya pada Razka, si buah hati.
Menapakkan kaki di tanah air, saya tahu kepulangan saya ini adalah hutang ibadah terbesar yang akan saya pikul. Menjadikan saya pribadi yang lebih luhur dan ibadah yang istiqommah. Saya akan memasuki ujian-ujian yang tidak semakin sedikit. Hikmah umrah harus menjiwai setiap langkah yang saya ambil. Meresapinya dalam setiap pijakan kehidupan saya. Tidak mudah tapi ini bukti syukur saya atas nikmatNya yang begitu besar.
Mata saya bergerak liar diantara penjemput. I really miss my son. MasyaAllah.... Razka...!!! jerit saya girang ketika melihat sosok laki-laki kecil berhambur ke dalam pelukan saya, dan tangis haru meleleh diantara kami. Ada janji di hati untuk menjadi lebih baik baginya, bagi Razkaku, kedua orangtuaku, dan suamiku.
Akhirul kata...
Segala puji bagi Allah yang telah menolongku meneyelesaikan ibadah umrahku dan menjagaku dari derita perjalanan sehingga aku kembali kepada keluargaku. Yaa Allah berkahilah hidupku sesudah umrah dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shalih.
Rabu, 20 Oktober 2010
Love Letter: Counting Days
Bila.... sudah tidak ada 8, 7 , 6, 5, 4, 3, 2, hari lagi... tapi sudah saatnya saya menutup cerita disini dan membungkusnya dalam kotak kenangan. saya hanya dapat menuliskan beberapa kalimat perpisahan bagi semua yang telah menyesakin memori saya selama 8 tahun dengan hal-hal fantastis.
Before I go, I wanted to let you know how much I have enjoyed my time here. Thank you all for your support, patience, and friendship over the past year. Please kindly accept my sincere apology for any wrong doings along the way that I might have done. You are a special group of people and I will definitely miss you.
Love -WDS-
Dan saya menyadari bahwa precious are all things that come from friends. I'm really gonna miss u all.
Muach muach muach
*kissnhug*
Senin, 04 Oktober 2010
Hari yang Aneh
Saya berusaha mengingat-ingat kejadian apa yang mengakibatkan itu semua ya....
Email kah?
Terima telepon?
SMS hadiah kah?
atau bertemu sesuatu atau seseorang kah?
Pokoknya hari ini saya serasa kembali muda deh. Seperti menemukan kembali rasa yang pernah hilang. Ow ow ow.... Ada aliran halus yang mampu menggetarkan tubuh saya dan menegakkan bulu roma *halah*
Dooohhhh apa sih?????
Yang pasti suka, suka, suka....
Tapi.... andai saya tahu dan dapat mendeskripsikannya, pasti saya akan merahasiakannya.
Benar-benar hari yang aneh.
Jiiiaaaaahhhhhh...... :D
Gedebug *apatuh?*
"Love Letter"
Jujur agak bingung mengungkapkannya, karena saya bahagia sekaligus sedih.
Seneng banget karena saya akan punya banyak waktu bersama Razka. Berperan sebagai ibu rumah tangga sejati --really????-- heheheh..... punya banyak waktu mewujudkan impian saya yang sempat tertunda karena keterbatasan waktu, sekaligus pengusaha [insyaAllah].
Sedih juga.... karena -jujur- perusahaan ini sudah seperti rumah kedua bagi saya, begitu banyak kenangan yang telah mengisi sebagian memori saya selama 8 tahun terakhir ini. Teman-teman, pengalaman, suka... duka.... Bukan ngada-ngada, bahkan saya sering curi waktu cuti untuk berkunjung ke kantor, sekedar melepas kangen. Jaminan, kelak saya akan sangat merindukan kegiatan CSR yang pernah saya lakukan, meski ada yang meragukan dedikasi saya di kegiatan ini. *nyengirdulu*
Bagi saya 8 tahun ini belum cukup untuk memuaskan passion dan mencapai cita-cita saya, tapi saya juga tidak ingin menyesali keputusan yang telah saya buat. Saya siap mengambil segala resiko dan menjadikannya hikmah. Berkali-kali saya meyakinkan diri saya bahwa ini bukan keputusan emosional. Ini adalah cara terbaik bagi saya, keluarga dan perusahaan.
We can't win at all. Setiap keputusan harus didasarkan pada berbagai kepentingan dari segala arah dan skala prioritas. Kalau ada yang harus dikorbankan, yah memang itu adalah resiko dari sebuah keputusan. Jangan dijadikan penyesalan. Tapi terus mencari celah positifnya.
Saya berharap pihak-pihak lain mendukung dan dapat menyikapinya dengan positif.
Hmmmm siap-siap dulu ach..... kita lihat menjelang 'perpisahan' nanti.
Kamis, 23 September 2010
Unforgetable Moment
Beberapa hari terakhir ini saya sibuk mengatur pertemuan dengan beberapa teman untuk menyambut kedatangan Herman. "Haaaa Herman datang...." Berita kedatangannya segera menyebar di jejaring sosial. Termasuk kami, saya, Inno, dan Yani 'bule'.
Kedekatan kami berawal dari ketika kami sama-sama tergabung dalam kelompok tari di kampus dulu. Sejak itu Saya, Inno, Yani, dan Herman serta 4 cowok penari lainnya sering menghabiskan waktu bersama. Namun demikian kedekatan dengan Herman terasa lebih spesial. Sehingga kadang tercetus sebagai genk "4 cewek jagoan" :D
Suka dan duka kami lalui bersama. Dalam kelompok tari ini, kami berempat sering dipelototin senior, entah hanya karena kami memiliki topik yang asik sendiri, atau karena salah satu dari kami pakai legging warna kulit :p bahkan ketika melakukan kebodohan konyol :D
Jadi teringat beberapa hal konyol yang pernah kami lakukan bersama. Setiap menjelang pementasan maka kami punya jadwal latihan lebih pada dari biasanya. Dan latihan tambahan ini sering dilakukan pada sore sampai malam hari. Sepulang kuliah kami akan beramai-ramai nebeng mobil K'Beau, tapi hari itu, karena satu dan lain hal, kami harus berhenti sejenak di daerah Pasar Minggu. 3 cewek plus Herman menghilangkan kebosanan dengan berjalan-jalan di sepanjang trotoar. Ketika siap berangkat, kami menghampiri belakang mobil K'Beau dan bergaya mendorong mobil sambil berteriak-teriak "ayo dong Bo... jalan" "eugh, ugh" "woi katanya sudah mau berangkat" namun mobil tak bergeming. Tiba-tiba dari samping kami muncul K'Beau sambil berkata tenang "lagi pada ngapain loe semua, mobil gue di depan". Oops di dalam mobil yang berhenti itu ada orangnya pula, mesam-mesem dengan kebodohan kami. "Haaaahhh???!!!!!" sambil cekikikan kami berlalu menahan malu *muka merah bak udang rebus*
Belum lagi ketika kami tergabung dalam kepanitiaan dan harus menjadi advance team masa orientasi dengan anggota baru. Waktu itu tujuan lokasi adalah daerah Anyer. Tugas kami adalah menyiapkan venue berikut makan siang bagi rombongan yang akan datang. Pagi-pagi kami belanja di pasar Labuhan, menu hari itu adalah ikan goreng, perkedel kentang dan sop sayuran. Inno dan Yani kebagian goreng ikan dan perkedel. Saya dan Herman kebagian bikin sop. Cihuyyy.... gampang tinggal cemplung, cemplung, cemplung, sentuhan terakhir Herman datang "sudah dikasih garam apa belum Wid?", "ugh kurang", ambil garam dan PLOK. KEBANYAKAN.... kebayang asinnya melebihi air laut, akhirnya air kaldu itu terpaksa dibuang diganti dengan seduhan air baru.
Ketika rombongan hadir, menu telah tersedia di meja dengan rapi. "Enak gak?". Jawaban kompak --atau menghibur ya..?-- "Enak enak" Och... mereka gak tau sebelumnya garam segede batu bata nyemplung *ngakudosa*
Ada cerita lain ketika kami berlibur ke Bandung. Untuk menghemat biaya, kami tinggal di rumah kerabat saya dan siap tidur berhimpitan di ruang keluarga, sedangkan 3 cewek ini tidur di kamar. Waktunya mandi pagi, Herman mendapat giliran mandi paling akhir. Tunggu punya tunggu, Herman belum juga selesai. Padahal kami sudah tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan ke Tangkuban Perahu. Ketika Herman akhirnya keluar dari kamar mandi, kami memberondongnya dengan pertanyaan "ngapain aja sih???". "Heheheh gue ngosek kamar mandi dulu, liat deh sekarang rapi dan wangi". Duh bikin tuan rumah gak enak hati :)
Lain lagi ketika kami mengikuti Pekan Seni Mahasiswa di Solo, sepanjang perjalanan di bus Herman melakukan monolog satu babak. Lakon Sangkuriang. Dari Dayang Sumbi sampai si Anjing dilakukannya dengan baik dan kocak, khas Herman. Perjalanan panjang itu menjadi ramai dan jauh dari bosan.
Sebenarnya masih banyak kenangan tak terlupakan dari sosok Herman selama kebersamaannya dengan kami. Begitulah Herman selalu hadir dengan segudang cerita dan tingkah laku yang menyenangkan. Meski hanya dari komentar singkatnya yang menggemaskan.
Hermaaannnnn..... we are desperately miss u.
Sudah terbayang it's going to be fun and unforgetable.
Selasa, 31 Agustus 2010
Happy 40
Yes, 6 hari lalu. Tepatnya tanggal 24 Agustus. Saya ulang tahun ke 40!!! Yeah EMPAT PULUH bow.... Waktu umur saya 30an, saya selalu punya segudang angan khusus ke 40 tahun nanti. This is it... gak kerasa sudah tiba waktunya. Dan belum semua daftar angan2 itu terlaksana. It's oke, saya akan meneruskan mimpi saya heheheh....
Yang pasti saya teramat sangat bersyukur dan bangga dengan usia saya. Kenapa? Karena Allah SWT masih mengijinkan saya menghirup udaraNya. Menikmati sinar MatahariNya. Merasakan kesejukan butiran hujanNya. Mengasihi hamba-hambaNya. What a life.
Pssttt banyak yang gak percaya lho.. do I look like a 20est? Tentu tidak semuda itu. Wakakakakkkk *penghiburan yang manis*
Ditambah lagi ucapan dan doa yang dilayangkan teman, sahabat dan kerabat lewat berbagai media jejaring sosial *cieeee....* Saya merasa makin dicintai dan terharu. Makin diingatkan bahwa sisa usia saya harus lebih bermanfaat.
Kata orang "life begin at 40". Hmmm saya mengartikannya sebagai warning. Kalau ala matematika umur manusia itu hanya 60 tahun, maka sisanya 'tinggal' 20 tahun. Artinya kita harus lebih banyak evaluasi. Apa saja yang bisa kita lakukan dalam waktu 20 tahun? Padahal metabolisme sudah melambat. Energi dan oksigen menipis. Sedangkan yang harus diurus masih banyak. Gak salah kalau tiba-tiba di usia 40 kita jadi punya semangat dan mengeluarkan semua cadangan energi. Karena kita dikejar target. Peringatan ini membuat kita jadi lebih HIDUP. Jadi tambah "ngeh" untuk lebih bijak dan smart menyikapi suatu masalah.
Jreng... di usia ke 40 saya ini, saya juga buat keputusan yang saya sendiri gak pernah yakin saya bisa. Saya memutuskan untuk pensiun dini. And am willing to spare my time and focus more to Razka. Menggadaikan hidup saya dalam bentuk karya yang lain. Mendedikasikan spirit saya pada peluang-peluang baru. What a challange!!!
So... briefly... HAPPY 40
Kamis, 05 Agustus 2010
Pak Sukif
Bukan itu saja, ternyata Pak Sukif sangat terkenal di daerah rumah tinggal kami dan sekitarnya. setiap ada kesempatan 'menumpak' becaknya ada saja orang yang disapanya. Dari orang tua sampai anak-anak, dari Bapak A, Ibu Haji B, Mbak C, eneng D, si ganteng E sampai bayi F dan sebagainya. Tidak hanya disapa tapi juga diajak bercanda. Orang yang disapa pun dengan senang hati membalas sapaan Pak Sukif. Pak Sukif benar-benar tukang becak yang sibuk dan dicara banyak orang. Saking dekatnya dengan keluarga kami, tak jarang semua orang yang membutuhkannya akan menelpon kami demi menanyakan kabar pak Sukif dan mencarinya. Hehehe.... kalau Pak Sukif 'gak kelihatan' pasti telp di rumah berdering untuk Pak Sukif.
Eiiittttssss..... bukan hanya tetangga lho, keluarga besan orang tua saya pun sering menggunakan jasanya. Apa sih istimewanya si 'tukang becak' ini? Mungkin ini penyebabnya:
Pak Sukif, dalam perantauannya di Jakarta, tidak hanya menerima nasib sebagai tukang becak, dia begitu tahu memanfaatkan peluang rizki, sehingga dengan suka rela menawarkan jasa lainnya di kesenggangannya menarik becak. Pak Sukif sudah memulai harinya sejak pagi dengan mengantar langganan ciliknya ke sekolah. Jadwalnya di siang hari adalah memenuhi panggilan dari rumah ke rumah seperti bebersih halaman, mengatur taman, nge-cat rumah, nembok, membetulkan genteng bocor, sampai mengawal orang yang mau pindahan rumah. Kalau Sabtu Minggu jadwalnya stand by di rumah kami. Malam hari, dia melayani permintaan pedagang mengantar batok kelapa atau kulit kambing dari pasar. Kalau tidak ada permintaan hantaran maka dia ada di pangkalan becak menunggu penumpang, salah satunya adalah saya yang gak mau diantar tukang becak lain. Kalau ada keluarga yang ke luar kota maka Pak Sukif akan berubah fungsi menjadi penunggu rumah. Anak saya pun sampai dapat mencirikan becak Pak Sukif hanya dengan mendengar gowesannya.
Meski begitu, Pak Sukif tidak pernah 'jual mahal' atau pasang tarif khusus. Benar-benar tukang becak SUPER. Kejujuran, keramahan dan ketidakengganannya melakukan pekerjaan apa pun --selama halal-- membuatnya banyak dikenal dan disenangi orang. Apalagi kalau Pak Sukif harus pulang kampung disaat panen atau tandur, begitu banyak yang kehilangannya. Rekan-rekan sejawatnya pun mengakui keluwesan dan keuletannya mencari nafkah, karena meski tidak di saat panen maupun tandur, kalau di kampung ada saja orang yang menggunakan jasanya baik hanya meminta batuan bagi keluarga yang hajatan atau menjadi kuli bangunan. Gak heran deh kalau Pak Sukif sering jadi 'rebutan', heheheh... *geleng-geleng kagum*
Maka dari itu kami selalu khawatir kalau Pak Sukif pamit pulang kampung untuk seminggu, karena itu berarti sebulan!!! :D
Sosok Pak Sukif buat saya sangat inspirational, hare geneee.... Pak Sukif jadi figur yang langka.
--thinking--
Oops!!!
Dalam sebuah kesempatan berkaraoke bersama teman-teman perempuan di kantor, di tengah kebisingan musik dan penerangan yang temaram, tiba-tiba terdengar bunyi handphone berdering. Saya sigap menjawab dan suara perempuan yang sangat familiar di seberang membombardir saya dengan serangkaian pertanyaan "Bow nomor sepatu loe berapa?". "Haaa....???!!!" saya jawab setengah teriak. "Cepetan berapa? mumpung gue disini" sahut suara di hp terburu-buru. "38-39" jawab saya cepat. "Kalau C&K? gue beliin aja ya..." tanyanya lagi. "37 deh, tumben loe baik" ujar saya penasaran sekaligus senang. "Sudah deh gak usah tanya-tanya. Daaahhh" suara di seberang menutup conversation kami.
Klik, pembicaraan di hp terputus. O.. o... saya lihat screen hp dan realize... I took the wrong handheld, that's not mine. :D
Hwaaahahahaaa... Beginilah kalau hampir seruangan pakai handheld yang sama, ndilalah casing-nya juga sama.
*e la da laaaahhh wis kadung Ge-eR mau dapat sepatu*
Kamis, 08 Juli 2010
Demam World Cup 2010
Tsamina mina e.. e...
Waka waka e.. e..
Tsamina mina Zangalewa
It's time for Africa....
Di sela obrolan temen-temen kantor pun berkisaran pada pertandingan semalam maupun dini hari.... no wonder banyak yang telat datang nih.... Sepertinya demam ini hanya bisa dikalahkan oleh issue kasus video asusila artis-artis itu deh *nyengirsedih*
Tapi buat saya yang notabene bukan penggemar bola, dan terpaksa menjadi penggemar biar bisa ikutan ngobrol di BBM hehehehe.... maka buat saya yang paling menarik adalah.... kehadiran Paul. Si Gurita dari Aquarium Sea Live Obberhausen - Jerman, sang cenayang, yang telah berhasil meramalkan pemenang di setiap laga sejak babak penyisihan. "Karir" Paul telah dimulai sejak Piala Eropa dua tahun lalu. Saat itu Paul pernah 2 kali salah prediksi. Namun di World Cup kali ini, Paul belum membuat kesalahan. Hayoooo para bolamania, siap-siap deg-degan buat menghadapi Final yang tinggal 2 hari lagi.
Hwaaaa..... GAK PERCAYA!!!! kata sebagian teman-teman yang penting kita lihat dan analisa permainan tim. "Percaya tuh sama Tuhan" ujar rekan lainnya. Hehehehe saya asik-asik aja, apalagi karena kehadiran Paul, suasana Piala Dunia ini jadi makin seru, hangat dan makin akrab. Saya ikut cemas setiap ada laga tim jagoan, karena saya ingin membuktikan kebenaran prediksi Paul, heheheh. Dan semakin cemas atas kemarahan tim yang kalah, jangan-jangan nanti Paul di bikin asem manis lagi hehehe....
Go for Paul!!!! :D
Kamis, 01 Juli 2010
My Maturity Milestone
Awalnya dari sini... Lulus-lulusan.... Horeeee.... Duh siapa lagi ya yang belum nyemprot pilox di baju putihku ini???? sibuk ngabsen cowok-cowok idola buat sekedar menuliskan namanya atau kata-kata kenangan, cieee..... padahal setelah bertahun-tahun berselang belum tentu juga diingat *glek*. Sambil nunggu UMPTN beberapa temen sudah hunting tempat kuliah. Mumpung sudah boleh gak pake seragam, dengan turtle neck mickey mouse putih plus celana rok kotak-kotak, kami saling anter-anteran. Hari ini giliran Tuti nganterin aku beli formulir di D3 UI. Setelah kemarin kita sama-sama beli formulir di UPla dan Tarki. UMPTN berlalu.... badan sakit menjelang pengumuman, dan makin parah ketika dihadapkan kenyataan tidak diterima di PTN hwwaaaa...... huk huk huk.... Bapak Ibu dan mas Wid menghibur bahwa ada kesempatan kuliah di universitas swasta. Diterima di FH UPla, terpaksa ikut masa orientasi. Gak ada pilihan lain. Menjelang penataran P4 di UPla, ada berita menyenangkan, lulus ujian masuk D3 UI. Yippeeee.... meski cuma D3 tapi pake jaket kuning, meninggalkan rok abu, dan ikat rambut berpita :)
1990
Kuliah.... sebagai angkatan pertama, jadi tahun kedua sudah bisa gabung dalam panitia ORDIK. Ngebayangin jadi senior kaya'nya seru juga tuh. Bisa nyantol senior di S1 gak ya??? *tetep nge-laba* Kata temen-temen, keliatannya aku punya bakat cuap-cuap di depan publik. Jadilah peranku sebagai seksi humas dan acara di setiap kepanitiaan --kelak menjadi passionku di dunia kerja--. Pengalaman kuliah adalah saat paling menyenangkan dari semua tahap sekolah yang aku lalui. Gak harus pakai seragam, boleh bolos kalau lagi gak semangat belajar, bisa aktif di organisasi, menjadikan ekstrakurikuler sebagai mata kuliah wajib. Ketauan deh kalau punya jiwa 'rebel' hehehe.... Apalagi bisa ngeluarin koleksi blus kotak-kotak ala country fiesta, blus lengan panjang garis-garis digulung, dan denim stonewash dari Cihampelas, berasa Sophia Latjuba :p
Hobby nari yang meski gak jago-jago amat, sempet bikin IPK turun, gimana gak, pulang latihan nari yang sudah malem masih nyempetin jalan-jalan dan ngobrol di warung indomie dan ngedrop temen-temen cewek lainnya hanya demi bisa pulang tanpa nge-bis alias nebeng Carry birunya K'Beau [baca:Kebo nama kesayangan salah satu temen berbadan besar]. Alhasil tugas yang harusnya kelar besok malah gak dikelarin, kebanyakan alesan. No tolerance, I got D. Kebanyakan latihan dan pentas 'peye' sana-sini, even though aku gak lulus seleksi juga buat misi kebudayaan ke Eropa :'( Eh ngomongin temen-tmeen nari, jadi inget waktu jalan-jalan ke Bandung pakai mobil Kebo, bertujuh, 4 cowok, 3 cewek, numpang tidur di rumah salah satu tante di daerah Antapani. Meski empet-empetan tetep asik, alih-alih ngilangin hawa dingin Bandung. Di sepanjang Pasar Baru ada penjual kaos kaki lucu-lucu banget. Pada borong deh tuh, besoknya ke Tangkuban Perahu pake kaos kaki baru, dan taraaaa...... 'selen' semua, ada yang panjang sebelah, ada yang gambarnya di kanan semua, ada yang beda warna, huhhh.... tapi tetep dibawa asik dan jadi bahan lelucon, bahkan kaki-kaki dengan kaos kaki salah ini diabadikan pakai kamera pocket film ASA 100 isi 24. *kaki point ala peragawati dan pose...*
1992
Harus cari tempat magang? Wah sudah kaya' mau ngelamar kerjaan, melipir sepanjang Sudirman dan Rasuna Said, bawa list tujuan dan map aplikasi. Akibatnya sepatu Apple Green pantofel flat bertali kulit andalan sobek kecil, terpaksa acara masukin 'lamaran' disudahi.
Keterima magang di salah satu majalah wanita ternama di Indonesia, wuih senengnya, biar cuma 2 bulan, tapi kesempatan melihat sesi pemotretan, fitting lomba perancang busana, mencicip makanan hasil olah uji, serta banyaknya para model ternama sliweran membuat pengalaman magang ini sangat menyenangkan. Ditambah lagi setiap minggu selalu bawa pulang majalah gratis, dari majalah remaja, ibu-ibu, sampai pada majalah fashion hi-end. What a life.
Menjelang kuliah kelar, janjian di blok M, deket telpon umum, biar bisa cek-cek ke telpon rumah masing-masing. Ber-enam photo studio di Yonas, janjian kostum, atasan warna cerah. Malu-malu tapi narsis aku pilih warna kaos hijau lemon ketat dengan rompi corduray biru donker, dijamin stand out hahahah.... Mumpung sudah di studio sekalian bikin sesi pribadi, ganti baju pakai blus model jacket warna coklat muda berkerah kulit coklat, thanks to bulik Ami. Gaya tangan di dagu, gak ketinggalan lipstick warna pink nude hmmmm Vivi Samudro kalah nih *big grin*
It supposed to be my graduation day, tapi ada 1 mata kuliah yang tidak laik lulus. Ya sudah ngulang aja deh, sekalian ngebersihin 2 nilai yang miris lulus hehehe.... untung ada sobat senasib, Fadhil. Cuma 1 semester ini. Banyak waktu bengong di rumah juga nih. Jadi sering-sering ke telepon umum buat kontak temen sana-sini yang sudah beruntung kerja. Belum juga wisuda sudah ada pekerjaan di perusahaan PR kecil berkaryawan 5 orang, 2 diantaranya temen se-genk waktu kuliah, Dian 'eneng' and 'si manis' Lolly. akhirnya cita-cita ngelurusin rambut di gaji pertama tercapai. Bisa dibayangin "seru" nya. Masa-masa ini menjadi masa paling tak terlupakan. Banyak pengalaman yang menguras tawa dan tangis. Seperti anak yang baru puber deh. Bukan hanya kompak kerja tapi juga kompak cari "PH", meski gak kompak dapetnya wakakaaaakkkk. Buat Lolly, bulu mata membawa berkah ya.... :)
1994
Hobby makan di Pizza Hut, membawa pada suatu perkenalan manis dengan seorang pria menarik. Tapi sayang meski tidak semanis cerita yang dirajut tapi telah meninggalkan banyak kenangan manis...
2000
Time goes by... sudah 6 tahun berlalu, ganti kantor 4 kali, pacaran juga susah putus nyambung, sampai putus beneran hehehe.... Masa "dugem dulalip" sudah lewat. Ini saatnya berhijab, banyak yang memotivasi keputusan ini, salah satunya akibat rajin ikut pengajian da'i kondang dari Bandung. Ternyata keputusan ini juga membawa kontra, tapi karena tekad sudah bulat dan merasa gak ada yang salah, ya sudah pilih mundur. Rizki gak pernah salah. Pintu satu tertutup, pintu lain terbuka.
2002
Kenyataan pahit datang dalam 'hubungan yang salah' ini. Rasanya pengen ngilang ke Paris *lho?* ternyata lagi-lagi Allah Yang Maha Baik membuktikan janjiNya. Dapat tugas ke Eropa [Belanda, Berlin, Wina dan Budapest], kesempatan yang tak akan disia-siakan. Akhirnya boot hitam elastis selutut kepake, cocok banget deh dengan suhu masih musim semi di Eropa.
Berita baik tidak berhenti sampai disitu ada tawaran bagus untuk dicoba. Alhamdulillah diterima menjadi staff PR di sebuah bank swasta. Profesi impian menjadi 'in-house' PR.
2006
Dikenalin dengan seseorang oleh salah satu kawan ibu. Dan 7 bulan kemudian kami mengukuhkannya dalam sebuah hubungan sakral.
2007
Hidup ini semakin lengkap dengan kehadiran bayi laki-laki, Muhammad Razka Naratama. Dia kelak akan memahami dan bangga membawa nama tersebut. You'r my a good boy.
2009
Setelah setahun lebih mengidamkan handheld pintar, kini saatnya saya memensiunkan handphone "Nokia Daun" yang telah 6 tahun menemani saya chit chat dengan --meski-- seri termurah, Blackberry 8250 :) *allineedsinhand*
2010
Akhir Agustus nanti adalah waktunya saya pensiun dan fokus memberikan peran lebih bagi kehidupan Razka. Siapkan mental. Happy 40 :D
*fromFTJtoFTM*
Kamis, 24 Juni 2010
Gengges deh!
Alhamdulillah pagi ini saya berdiri tepat di depan pintu kereta sehingga peluang untuk mendapatkan tempat duduk pun sangat besar. Hup, saya duduk diantara seorang wanita dan bapak bertubuh super besar yang asik membaca koran pagi. Kesempatan untuk langsung memejamkan mata pun tidak saya sia-siakan.
5 menit pertama, perjalanan mulus, saya dapat tidur-tidur ayam dengan tenang. Mbak-mbak di sebelah saya sedang asik dengan BBnya, ketika saya lirik ke sebelah kanan saya, si bapak gempal ini pun masih asik membolak-balikkan lembar koran. Sejauh ini aman, meski gerak tangan si bapak yang lebar agak sedikit mengganggu 'sekwilda' saya, ugh....
5 menit berikutnya, hal yang 'gengges' [baca: ganggu] banget timbul. Bukan hanya gerakan tangan si bapak di sebelah saya yang sudah sikut sana sini, tapi juga keasikannya menggerakkan kakinya yang semakin sering. Rasanya bukan hanya badan saya yang turut bergetar tapi juga sederet penumpang yang sejajar dengannya. Grrrrhhh please deh pak, cukup laju kereta ini saja yang menggoyang kami. "Sudah 9 scala richter nih", komentar salah satu rekan di wall FB saya. Sudah dapat diduga saya melalui sisa perjalanan dengan sangat tidak tenang. Acara 'merem' terganggu, kepala mendadak kliyengan.
*inilahsukadukaroker*
:(
Rabu, 31 Maret 2010
Renungan "how to teach the kids"
Jangan didik anakmu
Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya
Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan
Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya
Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya
Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan
Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini
Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan
Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan
Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu
Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku
Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu
Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan
Hiduplah demikian!
Selasa, 12 Januari 2010
My Healthy Fetuccini
Aha..... buka "buku pintar" ach... cari resep menu pasta sehat. Jadilah.... Fetucini Goreng Jamur Pedas.
Resepnya sangat sederhana.
Fetuccini Jamur Goreng Pedas
Bahan :
air untuk merebus1 sdt garam1 pak pasta (spaghetty/fetuccini (± 450 gr) , 2 sdm minyak zaitun/minyak sayur biasa untuk merebus dan menumis, 150 gr bawang bombay, cincang 2 siung bawang putih, cincang150 gr jamur champignon/jamur merang, iris-iris bentuk jamur sedikit bay leaf atau oregano [sesuai selera], 3 buah cabe marah iris tipis [sesuai selera]
Cara membuat:
1. Masak air dalam panci, bubuhkan garam. Setelah mendidih, masukkan pasta dan tambahkan 1 sdm minyak ke dalamnya. Masak 10-12 menit atau sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasannya. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
2. Panaskan 1 sdm minyak dalam wajan, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum. Masukkan jamur iris tadi dan irisan cabe merah, masak hingga jamur matang, matikan kompor.
3. Campur pasta aduk rata, panaskan kembali secukupnya, angkat.
4. Pindahkan pasta ke atas piring saji. Hidangkan selagi panas.
Nah sudah pasti, Anda semua pun dapat mencobanya dan merasakan 'kesegarannya'.
Mak Nyiuuusss.... :)
Selasa, 17 November 2009
MANGO ON SALE
Eits.... yang dimaksud bukan merek apparel terkenal itu lho... tapi dalam arti kata jujur a.k.a buah MANGGA. Lagi musim nih. Para pedagang buah keliling pasang bandrol 10 ribu 3 kilo. Kualitas sedikit lebih bagus 5 ribu sekilo. Bermacam-macam jenis mangga digelar. Tapi saya tetap nge-fave sama Mangga Harum Manis.
Bukan hanya karena rasanya enak, tapi ketika saya kecil, di rumah eyang ada 2 buah pohon mangga yang kalau lagi berbuah semua orang yang lewat bakal tergiur dan tergoda untuk memetiknya. Bahkan penjual buah akan ngantri dan mencoba merayu eyang saya untuk menjual. Dan ditawar dengan harga yang cukup membuat mata terbelalak. Tapi eyang saya yang baik hati itu tidak pernah bergeming dan memilih memetik serta membagikannya ke tetangga se-RT. Belum lagi kerabat lainnya yang sengaja bertandang untuk panen mangga. Hehehehe.... Jadi buat saya Harum Manis adalah mangga pertama ku :D
Ada cerita lucu tentang pohong mangga ini. Kebetulan di samping rumah kami ada pasar ilegal atau kagetan. Ada banyak tukang penjual kelapa yang ngincar mangga-mangga ini. Sayang niat mereka untuk memetik mangga selalu terhalang dengan seekor kera kesayangan eyang kakung. Jeki namanya. Lucunya penghalang ini justru menjadi blessing in disguise. Para pedagang kelapa yang sedang ingin makan mangga cukup menggoda Jeki. Jeki yang marah akan menimpuki mereka dengan buah mangga kesayangan. Gak pilih masih mentah, ranum atau busuk sekalipun. Para pedagang pun gak pernah menolak dapat mangga yang mentah, ranum atau busuk. Yang mentah dibikin rujak. Yang matang pohon dimakan begitu saja. Yang busuk mereka jadikan penganan codot. Pedagang kelapa ini sangat kreatif, se'kreatif' Jeki ;p
Seiring waktu... Pohon Mangga menua begitu juga Jeki. Jeki, si kera protektif ini akhirnya mati diracun orang :'C Pohon mangga pun perlahan tak lagi produktif. Pedagang kelapa gigit jari.
Ah kita kembali ke musim Mangga saat ini. Harga obral dan kesukaan saya pada mangga membuat saya jadi ingin belanja mangga dan mengolahnya. Saya akan pilih pudding sebagai acara coba resep kali ini. Hunting sana sini cari resep via internet. Nah ini resep yang saya pilih dari http://www.dapur-ibunda.com/.
Puding Mangga
Sumber: ibu DI
Bahan
650 gr daging buah mangga harumanis, potong-potong
100 gr gula pasir1 bungkus (7 gr) agar-agar bubuk warna putih atau orange atau kuning
350 ml susu cair2 tangkai daun mint segar, untuk hiasan
Saus Stroberi
[karena gak persediaan strawberry, jadi saya gak pakai saus ini. Sebagai pengganti saya buat Vla standar saja]
150 gr stroberi segar, haluskan
75 gr gula pasir
6 buah stroberi segar, iris tipis
½ sdm rum, jika suka [saya pakai vanilie aja deh]
Cara Membuat
1.Taruh daging buah mangga dalam mangkuk blender. Proses hingga halus.
2.Tuangkan mangga halus dalam panci, masukkan gula pasir, agar-agar bubuk, dan susu cair. Aduk rata.
3.Masak sambil aduk-aduk hingga mendidih dan gula larut. Angkat. Aduk-adukhingga uapnya hilang. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang sudah dibasahi air.
4.Biarkan hingga mengeras. Simpan dalam lemari pendingin hingga beku.
5.Saus Stroberi: Masak stroberi halus dan gula pasir di atas api sedang hingga mendidih dan gula larut. Masukkan irisan stroberi dan rum, aduk rata.Angkat.
6.Sajikan puding dingin dalam mangkuk saji atau gelas saji, tuangi sausnya.
Taraaaa..... ini hasilnya [ooops.... photonya ketlingsut dimana ya? :p]
mango och mango... slurppp :)




