Kamis, 16 Oktober 2008

Mimpi tadi malam....


Meski masih ada rasa
Rindu pun terus menyeruak
Mungkin memang cinta

Tapi bukan takdir bagi kita
Dalam mimpi semalam pun tidak

Ternyata....






Senin, 13 Oktober 2008

Akhir Pekan: 11 - 12 Oktober 2008


11 Oktober 2008

Jadwal hari ini adalah Halal bil Halal KBM [Keluarga besar Malangjoedo] di Taman Bunga Wiladatika dan Reuni Temen Kost di Rumah Kost Dharmawangsa, yang sudah confirmed untuk datang ke reuni adalah Mima sedangkan suaminya Mas Eddy [namanya sama dengan suamiku] masih gak pasti dan Windi plus spouse [Mas Iwan], kalau aku jelas bakal ajak hubby [Mas Eddy] dan Razka.

Jam 10.30 keluar dari rumah Ibu menuju Cibubur, Alhamdulillah jalan masih lancar, agak padat sedikit di pintu tol Cibubur, lepas dari situ kami melaju hingga lokasi pertemuan. Tiba waktu makan, begitu juga Razka yang tiba-tiba GTM [gerakan tutup mulut], hwaaaa...... terjadilah “pertempuran”, saya pilih mengalah dan menghentikan upaya memberi Razka makan. Sebaiknya saya ambil makan untuk sendiri setelah perut saya terisi baru dilanjutkan mengawasi Razka. Langkah ini juga saya ambil untuk meredam emosi saya di weekend ini, gak tau kenapa akhir-akhir ini kesabaran saya benar-benar teruji dengan polah tingkah Razka yang membuat saya jadi serba salah. Meskipun akhirnya saya berhasil menyuapi Razka, ketika --akhirnya--perhatian Razka tercuri oleh ramainya anak-anak yang mengikuti sesi ‘games’, Alhamdulillah.....

Sampai rumah sudah menjelang sore sedangkan saya harus menyiapkan salad buah yang akan saya bawa untuk reuni di rumah ibu kost nanti –sudah janji sama Mima dan Windi—syukurlah proses pembuatan salad buah sukses dan hmmmm looks yumm yach...
Selain itu ini jenis dessert yang paling gampang bikinnya.
Ini resepnya.
Bahan:
- Buah segar [apel, anggur, strawberry, leccy]
- Nata deCocco
- 200 ml Yoghurt Plain
- 3 sdm Mayyonaise
- 4 – 6 sdm Susu Kental Manis

Cara membuat:
- Potong buah segar
- Campur dengan Saus nya [campuran yoghurt, mayonaise, dan susu kental manis]

Sayang ya.... saya gak catat ukuran bahan yang dibutuhkan karena lebih sering pakai perasaan, mudah-mudahan bukan perasaan buruk ya.... :p

12 Oktober 2008

Pagi ini ngapain yach.... o iya sudah niat mau bikin sesuatu nih, nyoba resepnya Sedap yang gak kesampaian Lebaran kemarin yaitu Creme Lemon Cake, sekalian mau dibawa ke rumah Mbak Yaya nanti siang sehabis nengok rumah di Cikeas.

Bahan-bahan sudah disiapkan sejak Lebaran kemarin, dikeluarin dan ditimbang satu per satu disiapkan di wadah-wadah agar memudahkan penuangan.

Lagi enak-enak ngaduk Razka datang, dan meringik minta digendong belum lagi tangan saya yang ditarik, ngajak main, duuh.... ribet akhirnya minta bantuan Mbak Puji nyiapin loyang dan dioles mentega, gak lupa buat manasin panci pembakar [karena gak punya oven jadi manggang pakai panci baja itu juga pinjem dari ibu.

Selesai ngaduk dan mencampur semua bahan, siap di panggang. 40 menit kemudian dilongok tadaaa..... aromanya wangi menggoda warnanya juga sudah coklat keemasan dan mumbul bow... Angkat diamkan sejenak karena masih panas.

Ngeloni Razka dulu, daripada merengek-merengek gak jelas, gitu deh kalau ada bundanya di rumah. Zzzzzz gak sampai 5 menit Razka sudah pulas, kesempatan nih buat bundanya mandi.

Sudah rapi dan wangi balik ke dapur buat mindahin cake ke atas piring. SURPRISE....... cake yang cantik itu amblasssss..... mblesek, bantet.... huk huk huk.... –hasilnya mendekati gambar di resep pun tidak-- tiba-tiba saya gak bisa menerima kenyataan ini, Lebaran kemarin nyoba bikin Cake Labu Kuning sukses kok. Dengan perasaan gundah gulana saya potong kue perlahan, jumput satu potong untuk dicoba nyesss.... masih tetap lembut dan terasa banget creme-nya.

Mbak Puji menghibur “enak kok bun...., nanti aku makan deh, jangan lupa kasih ke oma, biasanya oma mau ikut nyicip kok”. Duh tapi kan bantet, yang namanya kue kalau bantet ya gak enak, sudah “gatot”, masih terpekur tapi ya sudah tetep di foto buat kenang-kenangan akan sebuah kegagalan, hidup ini kan tidak melulu diisi dengan keberhasilan [menghibur diri banget yach] :)

Ya sudah berarti gak bisa dibawa ke rumah Mbak Yaya deh..... *sigh*

Sebelum berangkat ke Cikeas masak ayam kungpao dulu ach, ngambil resep dari Majalah Ayahbunda edisi 17 [kalau gak salah], sekalian dibawa buat lunch besok di kantor [hemat 'maksi' di luar] :p


Och..... akhir pekan yang cukup melelahkan.......

Kamis, 09 Oktober 2008

Potret Keluargaku






Hmmmmm..... mau share sedikit mengenai keluarga saya.
Kebetulan 2 tahun 6 bulan yang lalu saya menikahi seorang duda dengan tiga anak remaja [tinggal dengan ibunya]. Mereka adalah Laras Ayu Septiani [20], Dandy Abitama [19], dan Ajeng Hapsari [13]. Dan 15 bulan yang lalu anggota keluarga ini bertambah dengan hadirnya Muhammad Razka Naratama dari rahim saya.

Berumahtangga adalah pengalaman baru bagi saya dan sesuatu yang akan saya hadapi di masa mendatang, awalnya tidak mudah bagi saya menerima beberapa kenyataan di luar harapan saya [meskipun usia saya waktu itu sudah di atas 35 thn, dan harusnya sudah sangat siap], seperti beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan suami, beradaptasi dengan mertua, adik-adik ipar, anak-anak, dan sebagainya tapi ya... mau tak mau harus saya lalui dan sikapi dengan bijaksana.
Kebahagiaan kami sebagai keluarga baru tentunya bertambah, apalagi hubungan saya dengan anak-anak dan Mbak Nita, mantan istri suami --yang sejak awal-- terjalin dengan baik. Sebagai istri pipih mereka, saya tidak berharap mendapat panggilan khusus, terserah anak-anak mau panggil saya tante, mbak, nama atau apa sajalah yang penting tetap santun. Alhamdulillah sejak Razka lahir mereka berinisiatif panggil saya Bunda [seperti saya membahasakan panggilan Razka untuk saya], what a so sweet, semoga tidak terpaksa ya sayang....

Segala permasalahan tentang anak-anak tak jarang kami diskusikan bersama. Begitu juga keprihatinan saya ketika si sulung melahirkan seorang bayi perempuan di luar nikah dan menjadi single mother. Kini ada tambahan cucu di keluarga kami, umurnya sedikit lebih tua 7 bulan dari Razka, namanya Nurmalita Rahma Putri. Marak ya.....

Sebagai ibu baru, kadang kaget juga dengan persoalan-persoalan yang muncul, namun saya yakin semua yang datang adalah ujian dari Allah SWT agar kami semakin dekat dengan Sang Pencipta dan mensyukuri segala nikmatNya serta selalu meluruskan niat demi meraih cinta Ilahi.

InsyaAllah kedepannya semua menjadi lebih baik, Amiin....

Selasa, 07 Oktober 2008

Lebaran...


Mumpung masih bulan Syawal nih :)


Alhamdullillah bedug takbir telah berkumandang
Merambah luruh dalam hati demi meraih kemenangan
Kami pun larut dalam benaman rasa syukur yang mendalam
InsyaAllah telah kami lalui hari tanpa dendam
yang ada hanya MAAF bagi kami yang khilaf
dan rindu pada Ramadhan mendatang


Taqoballalahu minna wa minkum, syiya manna wa syiya makum
Minal aidin wal faidzin


InsyaAllah kami semakin kaffah dan termasuk dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan, amiin.


Teriring MAAF Lahir dan Batin.

Senin, 06 Oktober 2008

Membaca Kuku


Beberapa waktu lalu saya posting pertanyaan ke milis ayahbunda dan wrm tentang garis putih di tengah kuku.

Pertanyaan timbul berawal dari garis putih yang saya lihat di tengah kuku Razka, tiba-tiba jadi teringat bahwa saya pernah baca sebuah artikel mengenai "menilik kesehatan tubuh melalui kuku", tapi lupa di majalah apa, edisi yang mana, kapan, buruknya lagi lupa detail isinya?

Halah... daripada repot mikir, lempar ke forum aja deh.

Twink.... muncul satu dari Mamut atau Nika [hemmmm ini selebnya milis aybun lho....]
Tadaaaa...... Mamut kasih scanan artikel dari majalah ayah bunda, yessss ini dia yang saya cari
Thanks banget ya Mamut juga bunda dan moms lain yang sudah kasih respon.

Ternyata bukan internet dan buku saja yang jadi jendela dunia, kuku-kuku kita juga lho.... meskipun kecil bukan berarti tidak bermanfaat. Hayoooo ramai-ramai baca kuku, sebelumnya baca dulu artikel yang saya insert ya.....

Hhhhh lega deh :)

Senin, 22 September 2008

Ujian Sabar...

Weekend kemarin benar-benar menjadi ujian sabar buat bunda.

Tiba-tiba saja di siang yang terik Razka terbangun dari tidur siangnya dan menjerit sekeras-kerasnya. Bunda pikir, Razka pasti bermimpi, langsung bunda peluk dan bunda tepuk perlahan punggung Razka. Namun jeritan Razka tak terhenti bahkan meronta-ronta, bunda bingung gak tau harus apa, Razka kan belum bisa bicara dan menyatakan keinginannya.

Di tengah kebingungan bunda, Mbak Puji datang dan berusaha menggendong Razka, dengan marah Razka menolak dan minta kembali ke gendongan bunda, tapi tetep bunda gak ngerti apa maunya Razka, disetelin Baby TV, Disney Channel, dikasih air putih, susu, semua ditolak dan dibuang, duh kok tantrum nak..... :’(

Dan gak tau kenapa di puasa siang ini --apalagi kepala bunda agak pusing-- bunda jadi kesal melihat kemarahan dan jeritan Razka yang tanpa sebab, dengan nada keras bunda membentak “Razka mau apa sih? Bunda bener2 gak ngerti deh” makin keras lagi teriakan Razka, akhirnya bunda tinggal Razka di sofa dan bunda membasuh muka untuk menenangkan diri. Akhirnya tangis Razka mereda dan dia berjalan mendekati bunda sambil memohon untuk digendong. Melihat cucuran air mata Razka, hati bunda luluh, dengan perlahan bunda junjung Razka ke dalam pelukan bunda dan bunda pangku sambil perlahan bunda hibur agar Razka tidak menangis lagi.

Dipangkuan bunda, tangisan Razka melemah dan tiba-tiba perut dan paha bunda terasa panas, ternyata Razka ngompol, tiba-tiba Mbak Puji bilang gini “O iya bun, memang kalau mau pipis, kadang-kadang si adik suka ngamuk gitu”. Hoalah nak.... mbok ya kalau mau pipis ya pipis aja, wong bunda gak larang kok. Jadi bunda juga gak harus kesel gitu, “Maaf ya nak.... lain kali bunda akan lebih sabar”, sesal bunda.

Setengah lega karena Razka sudah kembali ceria, tapi dalam hati tetap bertanya:
- “kenapa ya.... mau pipis aja kok tantrum?”
- “apa ada yang salah dengan ‘lubang pipisnya’?”
- “apa Razka kesakitan?”

Duh jadi banyak pertanyaan berkecamuk. Akan bunda tanyakan ke dokter pada kunjungan imunisasi bulan depan ya nak..... semoga Mas Razka juga sabar dan gak mudah tantrum lagi....

Luv u, muah muah...

Kamis, 04 September 2008

"Cooking with Love"

Hmmm.... terus terang saya tidak mengenal sosok Inong secara langsung. Kebetulan waktu itu lagi cari-cari resep masakan dan sampai akhirnya berlabuh di blog Dapur Bunda, longok-longok, baca-baca, dan saya tutup dengan "Ooh.... ternyata Inong sudah 'tiada'" sontak yang terpikir hanya nasib anak-anaknya, jadi ingat bagaimana nasib Razka kalau saya tinggal.

Setelah mencoba menyusuri blog-nya lebih jauh, sedikit pintu terbuka mengenai sosok seorang ibu rumah tangga, tinggal di negara tetangga, punya hobby memasak juga bikin puisi, temannya juga dimana-mana, what a humble person Inong.

Apalagi setelah membaca buku Cooking with Love persembahan teman-temannya di WRM, huh.... bener leleh sempurna air mata -pinjam istilah Inong- ini, bagaimana tidak, Inong bukan saja memiliki multi talenta, baik dalam mengelola resep maupun kata, tapi juga mengelola rumah tangganya, Inong dengan senang hati memanjakan indera perasa suami dan anak-anaknya, seneng deh ada seseorang yang punya hobby membahagiakan orang lain, hebatnya lagi keberadaan Inong dapat menggerakkan perhatian dunia kuliner maya, dan memberikan inspirasi banyak orang -termasuk saya pastinya- juga begitu banyak doa yang terkirim di saat orang-orang mengetahui kepergianmu --Saya cemburu--.

Yang jelas saya jadi lebih terpacu untuk banyak beribadah dan berupaya menjadi istri yang baik, yang tidak enggan melakukan hal kecil tapi bermakna.

Inong.... ternyata kamu adik kelas saya di SMP 213, what a small world, bukan saja satu almamater yang membuktikan bahwa dunia itu kecil tapi juga keberadaanmu dulu hingga kini, berita tentangmu yang membahana dan "peninggalanmu" yang memberi manfaat bagi banyak orang, semoga kelak menjadi amalan yang tiada terputus dan jalan pembuka pintu jannahmu.

Selamat jalan Inong, selamat menyongsong kehidupan abadi di mana terdapat taman yang indah yang dialiri sungai-sungai, InsyaAllah.

-teman baru yang tak pernah kau kenal-