Rabu, 05 Agustus 2009

Meng'gendong' Mbah Surip

Kehadiran sosok lelaki usia senja ini sudah cukup mengejutkan, apalagi ketika karyanya secara tiba-tiba dia menjadi fenomenal. Mbah Surip, seseorang yang tidak pernah diprediksi menjadi popular dan hartawan mendadak menjadi jutawan justru melalui karya sederhananya. Usianya sudah menjelang 60 tahun ketika karyanya diakui oleh tua muda, miskin kaya. Lagu 'minimalis' nya "Tak Gendong" dan "Bangun Tidur" sudah di hit sebagai RBT oleh jutaan pengguna cellular. Rumornya, hampir 30 milyar akan menyesaki pundi-pundinya. Fuih... bener-bener TAJIR :)

Kemarin siang, lebih mengejutkan lagi ketika kantor berita mengabarkan kepergiannya ke hariabaan Sang Penguasa. Begitu seketika, dan tanpa dinyana sebagaimana jalan hidupnya. What a surprise!!!

Sebagaimana lagunya, ada banyak orang yang rela mengendong jasadmu menuju peraduan terakhir.

Selamat jalan Mbah... karya sederhanamu telah menghasilkan warisan yang tidak sederhana bagi orang-orang yang kau tinggalkan. Hal yang banyak diharapkan banyak orang, yaitu meninggalkan warisan yang cukup bagi orang-orang yang kita cintai, tidak menyusahkan banyak orang, dan karya-karya kita akan selalu dikenang.

tak gendong kemana-mana...

Rabu, 22 Juli 2009

Mom's Birthday

Ibu sayang....
Selamat Ulang Tahun [17 Juli 2009]
Seharusnya ucapan ini sudah saya posting beberapa hari lalu, tapi maaf baru sempat sekarang.
Saya selalu speechless bila harus bicara tentang ibu saya ini. Seorang ibu yang hebat bagi saya, oma yang sangat penuh kasih sayang bagi Razka, istri yang setia. Hmmmm sifat dan sikap mengabdi yang belum menurun ke saya. Caranya merawat saya --anak-anaknya--, memanjakan cucu-cucunya, mengasihi suaminya --bapak--, sungguh tiada yang dapat menandingi.

Betapa tidak bersyukurnya saya ketika saya bersikap menentangnya dan tidak mengindahkan nasehatnya. Alangkah durhakanya saya ketika membiarkan airmatanya menitik perlahan serta membuatnya tertunduk penuh penyesalan. Begitu bodohnya saya bilamana saya tidak dapat menemaninya juga membiarkannya menanti kedatangan kami hingga larut malam.

Ibu sayang...
Sungguh hingga detik ini saya belum pernah merasa cukup membayar semua hadiah 'hari-hari indah' yang kau berikan selama ini. Bukan saja kami yang kau sirami kesejukan penuh cinta tapi buah hati kami, cucu-cucumu. Tak terbayangkan hari kami tanpa suara renyah dan tawa yang berderai seantero ruangan.

Ibu sayang...
Saya gak pernah punya hadiah yang cukup pantas untuk diberikan pada hari ulang tahunmu.
Hanya ini bu... hanya ini... cinta dan kasih sayang kami untuk mu. Semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin....

Peluk cium ananda,


Click to play this Smilebox greeting: Mom's Birthday
Create your own greeting - Powered by Smilebox
Make a Smilebox greeting



Happy Birthday my beloved mommy :)

Selasa, 14 Juli 2009

Lemon Cupcake

Mumpung ada yang ngajak Razka main nih...

Buru-buru nyiapin bahan kue yang diperlukan, penasaran pengen nyoba resep yang gampang-gampang aja sih.... setelah beberapa bulan absen.

Kali ini yang jadi bahan percobaan adalah Resep Lemon Cupcake yang saya unduh dari Donna Hay.

Cara pembuatannya simpel banget deh, ini kutipan resep dan cara membuatnya.

Bahan:
1 butir telur ayam
50 gr gula pasir
40 gr tepung terigu
¼ sdt baking powder
15 gr margarin, cairkan
2 sdm air jeruk lemon
pewarna makanan kuning lemon secukupnya (jika suka)
poppy seed secukupnya, utk taburan (jika suka)

Cara Membuat:
1. Kocok telur dan gula pasir hingga putih dan kental. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak, aduk menggunakan sendok kayu hingga tercampur rata.

2. Masukkan mentega cair yang sudah dingin, aduk rata. Masukkan air jeruk lemon dan pewarna makanan, aduk rata.

3. Tuang adonan ke dalam cetakan yang sudah dialasi cup kertas. Taburi dengan poppy seed. Panggang selama ± 25 menit hingga matang dengan suhu oven 175 °C. Angkat dan sajikan.


Berhubung gak punya kertas cup jadi langsung di tuang dalam loyang berlapis teflon. Hmmm harum lemon-nya begitu menggoda deh. 15 menit kemudian harum lemon menyeruak keluar dari celah panci baja [pengganti oven] yang saya gunakan. Setelah pinggirnya kecoklatan saya angkat. Dinginkan sebentar dan dikeluarkan dari loyang.

Hasilnya sih tidak begitu mengecewakan, kombinasi rasa lemon dan manisnya sudah pas. Tapi yang saya heran kok tidak mumbul ya...? meskipun tidak bantat juga. Atau memang tipe resepnya seperti itu ya? Ach penasaran deh. Apa yang kurang ya?


Sepertinya perlu konsultasi ke ahlinya nih... :p

Birthday Boy :)

Click to play this Smilebox invite:
Create your own invite - Powered by Smilebox
Make a Smilebox invite

Senin, 22 Juni 2009

20 years ago

Yup! 20 tahun lalu saya diantar eyang uti memasuki gerbang sekolah menengah atas di daerah Pondok Labu. Sebenernya malu masih diantar orang tua masuk SMA, Eyang pula. Tapi gimana teman asal SMP dulu yang masuk ke sekolah ini hanya 10 orang [kalau gak salah] hihihihi.... Masih jelas pula bagaimana Eyang mengantar sampai saya berdiri di barisan murid-murid baru, dan meninggalkan saya dengan pandangan penuh sayang. Ya... saya memang dekat dengan eyang, karena orang tua saya telah menitipkan saya di rumah eyang sejak SMP kelas 2. Rumah kami sebenarnya masih sama-sama Jakarta, tapi orangtua saya berharap dengan memindahkan saya bersekolah di daerah Jakarta Selatan maka saya akan mendapatkan lingkungan yang lebih baik.

"Masa-masa SMA kita... penuh suka banyak cerita..." ini sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Paramitha Rusadi. Hmmmm.... masa-masa remaja memang menyenangkan, kocak, culun, dan banyak tingkah laku yang buat saya tidak masuk akal untuk saya saat ini, huahahaha.... what a real incredible teenager.

Ternyata hal itu telah terjadi 20 tahun yang lalu. Wadauw..... saya baru menyadari bahwa usia saya tidak muda lagi. Kemarin adalah kesempatan kami untuk reuni, bertemu dengan rekan-rekan satu angkatan. Sebuah kesempatan yang sangat manis dan mengesankan. Ada yang sudah lupa, ada yang coba-coba menerka, ada yang berubah penampilan, ada yang makin cantik, ada yang semakin dewasa, ada yang tumbuh ke samping [termasuk saya], serta ada yang telah meninggalkan kita :'(

Kepingan-kepingan kejadian masa lalu kembali meluncur dari bibir kami. Sapaan apa kabar menggema di antero ruang. "duh pangling", "inget muka tapi lupa nama deh", "elo berubah banget sih", deu makin oke aja", "tinggal dimana?", "kerja dimana?", "anak berapa?" adalah kalimat yang paling sering terucap. Namanya juga sudah lama gak ketemu ya.... saling seru mentertawakan rangkaian foto yang terpampang di layar lebar.

Ach... kepedihan, kekecewaan, dan duka masa lalu terasa menjadi indah dalam sebuah reuni. Pertemuan sepanjang 5 jam berlalu, rasanya masih kurang banyak menggali kabar dari seorang kawan lama, karena terlalu banyak yang ingin disapa. Semua berkesan dan ingin kembali membuat janji pertemuan.

Semoga terbukanya pintu silaturahmi kembali akan memanjangkan umur kita, insyaAllah, amiin...