oui [French] = Yes [English]; day [English]= Hari [Indonesia]; it's all about of simply me. Just say 'oui' for all good wishes and better quality of life. Yes!!! it's Me, Ouiday (read: widay) :)
Kamis, 05 Agustus 2010
Pak Sukif
Bukan itu saja, ternyata Pak Sukif sangat terkenal di daerah rumah tinggal kami dan sekitarnya. setiap ada kesempatan 'menumpak' becaknya ada saja orang yang disapanya. Dari orang tua sampai anak-anak, dari Bapak A, Ibu Haji B, Mbak C, eneng D, si ganteng E sampai bayi F dan sebagainya. Tidak hanya disapa tapi juga diajak bercanda. Orang yang disapa pun dengan senang hati membalas sapaan Pak Sukif. Pak Sukif benar-benar tukang becak yang sibuk dan dicara banyak orang. Saking dekatnya dengan keluarga kami, tak jarang semua orang yang membutuhkannya akan menelpon kami demi menanyakan kabar pak Sukif dan mencarinya. Hehehe.... kalau Pak Sukif 'gak kelihatan' pasti telp di rumah berdering untuk Pak Sukif.
Eiiittttssss..... bukan hanya tetangga lho, keluarga besan orang tua saya pun sering menggunakan jasanya. Apa sih istimewanya si 'tukang becak' ini? Mungkin ini penyebabnya:
Pak Sukif, dalam perantauannya di Jakarta, tidak hanya menerima nasib sebagai tukang becak, dia begitu tahu memanfaatkan peluang rizki, sehingga dengan suka rela menawarkan jasa lainnya di kesenggangannya menarik becak. Pak Sukif sudah memulai harinya sejak pagi dengan mengantar langganan ciliknya ke sekolah. Jadwalnya di siang hari adalah memenuhi panggilan dari rumah ke rumah seperti bebersih halaman, mengatur taman, nge-cat rumah, nembok, membetulkan genteng bocor, sampai mengawal orang yang mau pindahan rumah. Kalau Sabtu Minggu jadwalnya stand by di rumah kami. Malam hari, dia melayani permintaan pedagang mengantar batok kelapa atau kulit kambing dari pasar. Kalau tidak ada permintaan hantaran maka dia ada di pangkalan becak menunggu penumpang, salah satunya adalah saya yang gak mau diantar tukang becak lain. Kalau ada keluarga yang ke luar kota maka Pak Sukif akan berubah fungsi menjadi penunggu rumah. Anak saya pun sampai dapat mencirikan becak Pak Sukif hanya dengan mendengar gowesannya.
Meski begitu, Pak Sukif tidak pernah 'jual mahal' atau pasang tarif khusus. Benar-benar tukang becak SUPER. Kejujuran, keramahan dan ketidakengganannya melakukan pekerjaan apa pun --selama halal-- membuatnya banyak dikenal dan disenangi orang. Apalagi kalau Pak Sukif harus pulang kampung disaat panen atau tandur, begitu banyak yang kehilangannya. Rekan-rekan sejawatnya pun mengakui keluwesan dan keuletannya mencari nafkah, karena meski tidak di saat panen maupun tandur, kalau di kampung ada saja orang yang menggunakan jasanya baik hanya meminta batuan bagi keluarga yang hajatan atau menjadi kuli bangunan. Gak heran deh kalau Pak Sukif sering jadi 'rebutan', heheheh... *geleng-geleng kagum*
Maka dari itu kami selalu khawatir kalau Pak Sukif pamit pulang kampung untuk seminggu, karena itu berarti sebulan!!! :D
Sosok Pak Sukif buat saya sangat inspirational, hare geneee.... Pak Sukif jadi figur yang langka.
--thinking--
Oops!!!
Dalam sebuah kesempatan berkaraoke bersama teman-teman perempuan di kantor, di tengah kebisingan musik dan penerangan yang temaram, tiba-tiba terdengar bunyi handphone berdering. Saya sigap menjawab dan suara perempuan yang sangat familiar di seberang membombardir saya dengan serangkaian pertanyaan "Bow nomor sepatu loe berapa?". "Haaa....???!!!" saya jawab setengah teriak. "Cepetan berapa? mumpung gue disini" sahut suara di hp terburu-buru. "38-39" jawab saya cepat. "Kalau C&K? gue beliin aja ya..." tanyanya lagi. "37 deh, tumben loe baik" ujar saya penasaran sekaligus senang. "Sudah deh gak usah tanya-tanya. Daaahhh" suara di seberang menutup conversation kami.
Klik, pembicaraan di hp terputus. O.. o... saya lihat screen hp dan realize... I took the wrong handheld, that's not mine. :D
Hwaaahahahaaa... Beginilah kalau hampir seruangan pakai handheld yang sama, ndilalah casing-nya juga sama.
*e la da laaaahhh wis kadung Ge-eR mau dapat sepatu*
Kamis, 08 Juli 2010
Demam World Cup 2010
Tsamina mina e.. e...
Waka waka e.. e..
Tsamina mina Zangalewa
It's time for Africa....
Di sela obrolan temen-temen kantor pun berkisaran pada pertandingan semalam maupun dini hari.... no wonder banyak yang telat datang nih.... Sepertinya demam ini hanya bisa dikalahkan oleh issue kasus video asusila artis-artis itu deh *nyengirsedih*
Tapi buat saya yang notabene bukan penggemar bola, dan terpaksa menjadi penggemar biar bisa ikutan ngobrol di BBM hehehehe.... maka buat saya yang paling menarik adalah.... kehadiran Paul. Si Gurita dari Aquarium Sea Live Obberhausen - Jerman, sang cenayang, yang telah berhasil meramalkan pemenang di setiap laga sejak babak penyisihan. "Karir" Paul telah dimulai sejak Piala Eropa dua tahun lalu. Saat itu Paul pernah 2 kali salah prediksi. Namun di World Cup kali ini, Paul belum membuat kesalahan. Hayoooo para bolamania, siap-siap deg-degan buat menghadapi Final yang tinggal 2 hari lagi.
Hwaaaa..... GAK PERCAYA!!!! kata sebagian teman-teman yang penting kita lihat dan analisa permainan tim. "Percaya tuh sama Tuhan" ujar rekan lainnya. Hehehehe saya asik-asik aja, apalagi karena kehadiran Paul, suasana Piala Dunia ini jadi makin seru, hangat dan makin akrab. Saya ikut cemas setiap ada laga tim jagoan, karena saya ingin membuktikan kebenaran prediksi Paul, heheheh. Dan semakin cemas atas kemarahan tim yang kalah, jangan-jangan nanti Paul di bikin asem manis lagi hehehe....
Go for Paul!!!! :D
Kamis, 01 Juli 2010
My Maturity Milestone
Awalnya dari sini... Lulus-lulusan.... Horeeee.... Duh siapa lagi ya yang belum nyemprot pilox di baju putihku ini???? sibuk ngabsen cowok-cowok idola buat sekedar menuliskan namanya atau kata-kata kenangan, cieee..... padahal setelah bertahun-tahun berselang belum tentu juga diingat *glek*. Sambil nunggu UMPTN beberapa temen sudah hunting tempat kuliah. Mumpung sudah boleh gak pake seragam, dengan turtle neck mickey mouse putih plus celana rok kotak-kotak, kami saling anter-anteran. Hari ini giliran Tuti nganterin aku beli formulir di D3 UI. Setelah kemarin kita sama-sama beli formulir di UPla dan Tarki. UMPTN berlalu.... badan sakit menjelang pengumuman, dan makin parah ketika dihadapkan kenyataan tidak diterima di PTN hwwaaaa...... huk huk huk.... Bapak Ibu dan mas Wid menghibur bahwa ada kesempatan kuliah di universitas swasta. Diterima di FH UPla, terpaksa ikut masa orientasi. Gak ada pilihan lain. Menjelang penataran P4 di UPla, ada berita menyenangkan, lulus ujian masuk D3 UI. Yippeeee.... meski cuma D3 tapi pake jaket kuning, meninggalkan rok abu, dan ikat rambut berpita :)
1990
Kuliah.... sebagai angkatan pertama, jadi tahun kedua sudah bisa gabung dalam panitia ORDIK. Ngebayangin jadi senior kaya'nya seru juga tuh. Bisa nyantol senior di S1 gak ya??? *tetep nge-laba* Kata temen-temen, keliatannya aku punya bakat cuap-cuap di depan publik. Jadilah peranku sebagai seksi humas dan acara di setiap kepanitiaan --kelak menjadi passionku di dunia kerja--. Pengalaman kuliah adalah saat paling menyenangkan dari semua tahap sekolah yang aku lalui. Gak harus pakai seragam, boleh bolos kalau lagi gak semangat belajar, bisa aktif di organisasi, menjadikan ekstrakurikuler sebagai mata kuliah wajib. Ketauan deh kalau punya jiwa 'rebel' hehehe.... Apalagi bisa ngeluarin koleksi blus kotak-kotak ala country fiesta, blus lengan panjang garis-garis digulung, dan denim stonewash dari Cihampelas, berasa Sophia Latjuba :p
Hobby nari yang meski gak jago-jago amat, sempet bikin IPK turun, gimana gak, pulang latihan nari yang sudah malem masih nyempetin jalan-jalan dan ngobrol di warung indomie dan ngedrop temen-temen cewek lainnya hanya demi bisa pulang tanpa nge-bis alias nebeng Carry birunya K'Beau [baca:Kebo nama kesayangan salah satu temen berbadan besar]. Alhasil tugas yang harusnya kelar besok malah gak dikelarin, kebanyakan alesan. No tolerance, I got D. Kebanyakan latihan dan pentas 'peye' sana-sini, even though aku gak lulus seleksi juga buat misi kebudayaan ke Eropa :'( Eh ngomongin temen-tmeen nari, jadi inget waktu jalan-jalan ke Bandung pakai mobil Kebo, bertujuh, 4 cowok, 3 cewek, numpang tidur di rumah salah satu tante di daerah Antapani. Meski empet-empetan tetep asik, alih-alih ngilangin hawa dingin Bandung. Di sepanjang Pasar Baru ada penjual kaos kaki lucu-lucu banget. Pada borong deh tuh, besoknya ke Tangkuban Perahu pake kaos kaki baru, dan taraaaa...... 'selen' semua, ada yang panjang sebelah, ada yang gambarnya di kanan semua, ada yang beda warna, huhhh.... tapi tetep dibawa asik dan jadi bahan lelucon, bahkan kaki-kaki dengan kaos kaki salah ini diabadikan pakai kamera pocket film ASA 100 isi 24. *kaki point ala peragawati dan pose...*
1992
Harus cari tempat magang? Wah sudah kaya' mau ngelamar kerjaan, melipir sepanjang Sudirman dan Rasuna Said, bawa list tujuan dan map aplikasi. Akibatnya sepatu Apple Green pantofel flat bertali kulit andalan sobek kecil, terpaksa acara masukin 'lamaran' disudahi.
Keterima magang di salah satu majalah wanita ternama di Indonesia, wuih senengnya, biar cuma 2 bulan, tapi kesempatan melihat sesi pemotretan, fitting lomba perancang busana, mencicip makanan hasil olah uji, serta banyaknya para model ternama sliweran membuat pengalaman magang ini sangat menyenangkan. Ditambah lagi setiap minggu selalu bawa pulang majalah gratis, dari majalah remaja, ibu-ibu, sampai pada majalah fashion hi-end. What a life.
Menjelang kuliah kelar, janjian di blok M, deket telpon umum, biar bisa cek-cek ke telpon rumah masing-masing. Ber-enam photo studio di Yonas, janjian kostum, atasan warna cerah. Malu-malu tapi narsis aku pilih warna kaos hijau lemon ketat dengan rompi corduray biru donker, dijamin stand out hahahah.... Mumpung sudah di studio sekalian bikin sesi pribadi, ganti baju pakai blus model jacket warna coklat muda berkerah kulit coklat, thanks to bulik Ami. Gaya tangan di dagu, gak ketinggalan lipstick warna pink nude hmmmm Vivi Samudro kalah nih *big grin*
It supposed to be my graduation day, tapi ada 1 mata kuliah yang tidak laik lulus. Ya sudah ngulang aja deh, sekalian ngebersihin 2 nilai yang miris lulus hehehe.... untung ada sobat senasib, Fadhil. Cuma 1 semester ini. Banyak waktu bengong di rumah juga nih. Jadi sering-sering ke telepon umum buat kontak temen sana-sini yang sudah beruntung kerja. Belum juga wisuda sudah ada pekerjaan di perusahaan PR kecil berkaryawan 5 orang, 2 diantaranya temen se-genk waktu kuliah, Dian 'eneng' and 'si manis' Lolly. akhirnya cita-cita ngelurusin rambut di gaji pertama tercapai. Bisa dibayangin "seru" nya. Masa-masa ini menjadi masa paling tak terlupakan. Banyak pengalaman yang menguras tawa dan tangis. Seperti anak yang baru puber deh. Bukan hanya kompak kerja tapi juga kompak cari "PH", meski gak kompak dapetnya wakakaaaakkkk. Buat Lolly, bulu mata membawa berkah ya.... :)
1994
Hobby makan di Pizza Hut, membawa pada suatu perkenalan manis dengan seorang pria menarik. Tapi sayang meski tidak semanis cerita yang dirajut tapi telah meninggalkan banyak kenangan manis...
2000
Time goes by... sudah 6 tahun berlalu, ganti kantor 4 kali, pacaran juga susah putus nyambung, sampai putus beneran hehehe.... Masa "dugem dulalip" sudah lewat. Ini saatnya berhijab, banyak yang memotivasi keputusan ini, salah satunya akibat rajin ikut pengajian da'i kondang dari Bandung. Ternyata keputusan ini juga membawa kontra, tapi karena tekad sudah bulat dan merasa gak ada yang salah, ya sudah pilih mundur. Rizki gak pernah salah. Pintu satu tertutup, pintu lain terbuka.
2002
Kenyataan pahit datang dalam 'hubungan yang salah' ini. Rasanya pengen ngilang ke Paris *lho?* ternyata lagi-lagi Allah Yang Maha Baik membuktikan janjiNya. Dapat tugas ke Eropa [Belanda, Berlin, Wina dan Budapest], kesempatan yang tak akan disia-siakan. Akhirnya boot hitam elastis selutut kepake, cocok banget deh dengan suhu masih musim semi di Eropa.
Berita baik tidak berhenti sampai disitu ada tawaran bagus untuk dicoba. Alhamdulillah diterima menjadi staff PR di sebuah bank swasta. Profesi impian menjadi 'in-house' PR.
2006
Dikenalin dengan seseorang oleh salah satu kawan ibu. Dan 7 bulan kemudian kami mengukuhkannya dalam sebuah hubungan sakral.
2007
Hidup ini semakin lengkap dengan kehadiran bayi laki-laki, Muhammad Razka Naratama. Dia kelak akan memahami dan bangga membawa nama tersebut. You'r my a good boy.
2009
Setelah setahun lebih mengidamkan handheld pintar, kini saatnya saya memensiunkan handphone "Nokia Daun" yang telah 6 tahun menemani saya chit chat dengan --meski-- seri termurah, Blackberry 8250 :) *allineedsinhand*
2010
Akhir Agustus nanti adalah waktunya saya pensiun dan fokus memberikan peran lebih bagi kehidupan Razka. Siapkan mental. Happy 40 :D
*fromFTJtoFTM*
Kamis, 24 Juni 2010
Gengges deh!
Alhamdulillah pagi ini saya berdiri tepat di depan pintu kereta sehingga peluang untuk mendapatkan tempat duduk pun sangat besar. Hup, saya duduk diantara seorang wanita dan bapak bertubuh super besar yang asik membaca koran pagi. Kesempatan untuk langsung memejamkan mata pun tidak saya sia-siakan.
5 menit pertama, perjalanan mulus, saya dapat tidur-tidur ayam dengan tenang. Mbak-mbak di sebelah saya sedang asik dengan BBnya, ketika saya lirik ke sebelah kanan saya, si bapak gempal ini pun masih asik membolak-balikkan lembar koran. Sejauh ini aman, meski gerak tangan si bapak yang lebar agak sedikit mengganggu 'sekwilda' saya, ugh....
5 menit berikutnya, hal yang 'gengges' [baca: ganggu] banget timbul. Bukan hanya gerakan tangan si bapak di sebelah saya yang sudah sikut sana sini, tapi juga keasikannya menggerakkan kakinya yang semakin sering. Rasanya bukan hanya badan saya yang turut bergetar tapi juga sederet penumpang yang sejajar dengannya. Grrrrhhh please deh pak, cukup laju kereta ini saja yang menggoyang kami. "Sudah 9 scala richter nih", komentar salah satu rekan di wall FB saya. Sudah dapat diduga saya melalui sisa perjalanan dengan sangat tidak tenang. Acara 'merem' terganggu, kepala mendadak kliyengan.
*inilahsukadukaroker*
:(
Rabu, 31 Maret 2010
Renungan "how to teach the kids"
Jangan didik anakmu
Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya
Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan
Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya
Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya
Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan
Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini
Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan
Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan
Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu
Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku
Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu
Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan
Hiduplah demikian!
Selasa, 12 Januari 2010
My Healthy Fetuccini
Aha..... buka "buku pintar" ach... cari resep menu pasta sehat. Jadilah.... Fetucini Goreng Jamur Pedas.
Resepnya sangat sederhana.
Fetuccini Jamur Goreng Pedas
Bahan :
air untuk merebus1 sdt garam1 pak pasta (spaghetty/fetuccini (± 450 gr) , 2 sdm minyak zaitun/minyak sayur biasa untuk merebus dan menumis, 150 gr bawang bombay, cincang 2 siung bawang putih, cincang150 gr jamur champignon/jamur merang, iris-iris bentuk jamur sedikit bay leaf atau oregano [sesuai selera], 3 buah cabe marah iris tipis [sesuai selera]
Cara membuat:
1. Masak air dalam panci, bubuhkan garam. Setelah mendidih, masukkan pasta dan tambahkan 1 sdm minyak ke dalamnya. Masak 10-12 menit atau sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasannya. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
2. Panaskan 1 sdm minyak dalam wajan, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum. Masukkan jamur iris tadi dan irisan cabe merah, masak hingga jamur matang, matikan kompor.
3. Campur pasta aduk rata, panaskan kembali secukupnya, angkat.
4. Pindahkan pasta ke atas piring saji. Hidangkan selagi panas.
Nah sudah pasti, Anda semua pun dapat mencobanya dan merasakan 'kesegarannya'.
Mak Nyiuuusss.... :)