Rabu, 22 Juli 2009

Mom's Birthday

Ibu sayang....
Selamat Ulang Tahun [17 Juli 2009]
Seharusnya ucapan ini sudah saya posting beberapa hari lalu, tapi maaf baru sempat sekarang.
Saya selalu speechless bila harus bicara tentang ibu saya ini. Seorang ibu yang hebat bagi saya, oma yang sangat penuh kasih sayang bagi Razka, istri yang setia. Hmmmm sifat dan sikap mengabdi yang belum menurun ke saya. Caranya merawat saya --anak-anaknya--, memanjakan cucu-cucunya, mengasihi suaminya --bapak--, sungguh tiada yang dapat menandingi.

Betapa tidak bersyukurnya saya ketika saya bersikap menentangnya dan tidak mengindahkan nasehatnya. Alangkah durhakanya saya ketika membiarkan airmatanya menitik perlahan serta membuatnya tertunduk penuh penyesalan. Begitu bodohnya saya bilamana saya tidak dapat menemaninya juga membiarkannya menanti kedatangan kami hingga larut malam.

Ibu sayang...
Sungguh hingga detik ini saya belum pernah merasa cukup membayar semua hadiah 'hari-hari indah' yang kau berikan selama ini. Bukan saja kami yang kau sirami kesejukan penuh cinta tapi buah hati kami, cucu-cucumu. Tak terbayangkan hari kami tanpa suara renyah dan tawa yang berderai seantero ruangan.

Ibu sayang...
Saya gak pernah punya hadiah yang cukup pantas untuk diberikan pada hari ulang tahunmu.
Hanya ini bu... hanya ini... cinta dan kasih sayang kami untuk mu. Semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin....

Peluk cium ananda,


Click to play this Smilebox greeting: Mom's Birthday
Create your own greeting - Powered by Smilebox
Make a Smilebox greeting



Happy Birthday my beloved mommy :)

Selasa, 14 Juli 2009

Lemon Cupcake

Mumpung ada yang ngajak Razka main nih...

Buru-buru nyiapin bahan kue yang diperlukan, penasaran pengen nyoba resep yang gampang-gampang aja sih.... setelah beberapa bulan absen.

Kali ini yang jadi bahan percobaan adalah Resep Lemon Cupcake yang saya unduh dari Donna Hay.

Cara pembuatannya simpel banget deh, ini kutipan resep dan cara membuatnya.

Bahan:
1 butir telur ayam
50 gr gula pasir
40 gr tepung terigu
¼ sdt baking powder
15 gr margarin, cairkan
2 sdm air jeruk lemon
pewarna makanan kuning lemon secukupnya (jika suka)
poppy seed secukupnya, utk taburan (jika suka)

Cara Membuat:
1. Kocok telur dan gula pasir hingga putih dan kental. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak, aduk menggunakan sendok kayu hingga tercampur rata.

2. Masukkan mentega cair yang sudah dingin, aduk rata. Masukkan air jeruk lemon dan pewarna makanan, aduk rata.

3. Tuang adonan ke dalam cetakan yang sudah dialasi cup kertas. Taburi dengan poppy seed. Panggang selama ± 25 menit hingga matang dengan suhu oven 175 °C. Angkat dan sajikan.


Berhubung gak punya kertas cup jadi langsung di tuang dalam loyang berlapis teflon. Hmmm harum lemon-nya begitu menggoda deh. 15 menit kemudian harum lemon menyeruak keluar dari celah panci baja [pengganti oven] yang saya gunakan. Setelah pinggirnya kecoklatan saya angkat. Dinginkan sebentar dan dikeluarkan dari loyang.

Hasilnya sih tidak begitu mengecewakan, kombinasi rasa lemon dan manisnya sudah pas. Tapi yang saya heran kok tidak mumbul ya...? meskipun tidak bantat juga. Atau memang tipe resepnya seperti itu ya? Ach penasaran deh. Apa yang kurang ya?


Sepertinya perlu konsultasi ke ahlinya nih... :p

Birthday Boy :)

Click to play this Smilebox invite:
Create your own invite - Powered by Smilebox
Make a Smilebox invite

Senin, 22 Juni 2009

20 years ago

Yup! 20 tahun lalu saya diantar eyang uti memasuki gerbang sekolah menengah atas di daerah Pondok Labu. Sebenernya malu masih diantar orang tua masuk SMA, Eyang pula. Tapi gimana teman asal SMP dulu yang masuk ke sekolah ini hanya 10 orang [kalau gak salah] hihihihi.... Masih jelas pula bagaimana Eyang mengantar sampai saya berdiri di barisan murid-murid baru, dan meninggalkan saya dengan pandangan penuh sayang. Ya... saya memang dekat dengan eyang, karena orang tua saya telah menitipkan saya di rumah eyang sejak SMP kelas 2. Rumah kami sebenarnya masih sama-sama Jakarta, tapi orangtua saya berharap dengan memindahkan saya bersekolah di daerah Jakarta Selatan maka saya akan mendapatkan lingkungan yang lebih baik.

"Masa-masa SMA kita... penuh suka banyak cerita..." ini sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Paramitha Rusadi. Hmmmm.... masa-masa remaja memang menyenangkan, kocak, culun, dan banyak tingkah laku yang buat saya tidak masuk akal untuk saya saat ini, huahahaha.... what a real incredible teenager.

Ternyata hal itu telah terjadi 20 tahun yang lalu. Wadauw..... saya baru menyadari bahwa usia saya tidak muda lagi. Kemarin adalah kesempatan kami untuk reuni, bertemu dengan rekan-rekan satu angkatan. Sebuah kesempatan yang sangat manis dan mengesankan. Ada yang sudah lupa, ada yang coba-coba menerka, ada yang berubah penampilan, ada yang makin cantik, ada yang semakin dewasa, ada yang tumbuh ke samping [termasuk saya], serta ada yang telah meninggalkan kita :'(

Kepingan-kepingan kejadian masa lalu kembali meluncur dari bibir kami. Sapaan apa kabar menggema di antero ruang. "duh pangling", "inget muka tapi lupa nama deh", "elo berubah banget sih", deu makin oke aja", "tinggal dimana?", "kerja dimana?", "anak berapa?" adalah kalimat yang paling sering terucap. Namanya juga sudah lama gak ketemu ya.... saling seru mentertawakan rangkaian foto yang terpampang di layar lebar.

Ach... kepedihan, kekecewaan, dan duka masa lalu terasa menjadi indah dalam sebuah reuni. Pertemuan sepanjang 5 jam berlalu, rasanya masih kurang banyak menggali kabar dari seorang kawan lama, karena terlalu banyak yang ingin disapa. Semua berkesan dan ingin kembali membuat janji pertemuan.

Semoga terbukanya pintu silaturahmi kembali akan memanjangkan umur kita, insyaAllah, amiin...

Jumat, 15 Mei 2009

Weekend Destinations

Benar juga peribahasa "Kuman di seberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tak tampak".
Bagaimana tidak, setiap akhir pekan datang, saya selalu bingung mencari tempat bermain buat Razka, jatuhnya ke mal lagi, mal lagi, meski sampai ujung barat ya dilakoni.
Lama-lama saya pikir hal ini tidak terlalu baik bagi Razka dan kantong ayah bundanya hehehehe.... Maunya sih cari taman bermain seperti di film-film luar negeri itu lho.... nyaman dan murah tentunya :D

Tapi minggu ini *twink twink* mendadak ada ide bagus yang perlu dicoba, saya ajak ayah dan keponakan serta sepupu saya [Raul & Raka] yang berumur 8 tahun untuk menemani Razka bermain, ternyata pula... saya tidak perlu pergi jauh-jauh, taraaaa.....

Kandank Jurang Doank
Letaknya hanya 2km dari rumah kami di selatan Jakarta ini [bukan Jakarta Selatan ya... :)]
Memasuki areal bermain, kami disambut oleh tumpukan batu yang disusun dan digambar sedemikian rupa sehingga menyerupai patung orang. Sampai di kawasan Kandank Jurang Doang, anak-anak pasti gak sabar berlarian di stadion mini. Disini kami tidak hanya bermain berlarian di lapangan mini bola yang cukup luas, tapi juga naik becak mini --bagian ini paling digemari Razka-- namun sepertinya becak mini ini adalah bagian dari dekorasi, jadi permainan dilanjutkan ke tempat lain dengan berjalan sedikit ke bawah, dimana terdapat panggung theater mini dengan patung Dewi Sri [apa Drupadi ya?] yang besar. Di bagian ini Razka sangat excited, lari kesana-kemari serasa perform di panggung yang besar kali ya.... heheheh
Bosan di panggung theater, Razka kami ajak bermain prosotan dan flying fox kecil, tapi permainan ini hanya bisa dinikmati sepupu dan 'oom'nya, karena Razka belum berani bergantung dan manjat, gak apa nak... sebentar lagi juga bisa kamu kuasai ;p
Razka asik mondar-mandir menjelajah setiap sudut area, sampai akhirnya dia menggamit tangan bundanya dan mengajak ke kolong sebuah rumah panggung mini, oh... ternyata ada warung mini dan sederhana yang menyediakan kebutuhan perut seperti susu kotak kecil, mie instan, serta 'gorengan', hmmmm lapar ya nak? tenang... bunda bawa perbekalan kok, karena bunda gak siap buat jajan nih *nyengir dulu ach*
Untung perhatian Razka bisa kami alihkan dari jajanan, eksplor ke arah lebih dalam, di bagian ini Kandank Jurang Doank dirancang oleh Dik Doank sebagai tempat mini outbound, meski tidak terlalu besar tapi cukup untuk memuaskan anak-anak ber'outbound' ria, ada flying fox, panjat tebing, danau kecil untuk bersampan, tempat memandikan kerbau, serta bentangan sawah yang siap menerima sentuhan tangan-tangan mungil pencinta alam.
Raul dan Raka sempat mencoba panjat tebing, sayang hujan turun, dan kami berteduh sejenak di bale-bale bawah rumah panggung sampai akhirnya memutuskan untuk pulang karena hujan yang tak kunjung reda.

Benar kan...? selama ini kok saya selalu merancang liburan akhir pekan dengan menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer yang memakan waktu minimal 1,5 jam perjalanan, belum kalau macet, hal ini tentunya sudah membuat Razka kelelahan sebelum sampai tujuan. Padahal banyak tempat menarik dan murah di sekitar rumah kami.

Hmmmm our next destinations are [masih di sekitaran rumah kami juga sih...]
- Tanah Tingal
- Taman Kota BSD [ini sih sudah cukup sering deh, sekalian bundanya bekanja di Pasar Modern ;p]
- Kawasan Berkuda Bintaro Sektor IX
- Outbound Mini Puspo

apalagi ya....? hunting dulu ach, untuk melengkapi list