Uuuch…… so sweet, terima kasih ya nak…. Bunda benar-benar terharu deh sekaligus bangga karena Mas Razka sudah dapat menunjukkan rasa empati.
Ceritanya begini, seperti biasanya kalau ayah-bunda pulang kantor dan Mas Razka belum tidur, kami sempatkan bermain-main dan bercanda, ternyata hari ini Mas Razka suka sekali dengan suara ”hi hi...” yang bunda tirukan dari Eko Patrio di acara Soulmate Indosiar, mas Razka sampai terkekeh, saking keasikan mengulang-ulang suara tersebut alhasil bunda yang memang lagi batuk, malah jadi batuk hebat. Tanpa dinyana, mas Razka yang kebetulan sedang berdiri di samping bunda, tanpa diaba-aba menepuk-nepuk dada bunda sebagaimana yang bunda lakukan kalau mas Razka sedang batuk.
Aduuh..... bunda dan ayah sampai terpana dan terharu, untung tidak membuat bunda lupa bilang ”terima kasih nak” seketika mas Razka menatap bunda sambil menyeringai lucu, oooooch..... Subhanallah semoga kelak Mas Razka menjadi anak yang kaya kecerdasan emosionalnya ya.....
Yaa Allah Yang Maha Rahim dan Maha Mengetahui sesungguhnya hanya kepada Engkaulah hamba memohon ampun dan petunjuk, jadikanlah kami orang tua yang dapat menjadi tauladan anak-anak kami kelak.
Yaa Allah Maha Penguasa Alam, hanya Engkaulah yang dapat membolak-balikkan hati, hanya kepada Engkaulah kami memohon untuk dijauhkan dari godaan syetan dan jadikanlah anak-anak kami mencintaiMu melebihi apapun di dunia ini.
Amiin.....
-bunda selalu berdoa untuk Razka-
oui [French] = Yes [English]; day [English]= Hari [Indonesia]; it's all about of simply me. Just say 'oui' for all good wishes and better quality of life. Yes!!! it's Me, Ouiday (read: widay) :)
Selasa, 24 Juni 2008
Jumat, 13 Juni 2008
Razka's 1st Plane Trip
Jadi inget, bulan Februari lalu saya bawa Razka ke Semarang untuk menghadiri resepsi pernikahan kerabat, waktu itu Razka masih 7bln.
Untungnya ayah pergi lebih dulu dengan mobil bersama papa mertua dan adik ipar, sehingga barang-barang saya titipkan di mobil, sedangkan saya dan si mbak plus Razka naik pesawat dan cukup membawa kebutuhan makan-minum serta baju salin Razka sekedarnya.
Tapi tetep ribet, sambil menunggu peasawat yang delay 1 jam Razka mulai bosan, semua mainan yang dibawa dibuangnya, belum lagi dia pup, ketika 20 menit lagi masuk pesawat. Herannya Razka kok gak mau tidur siang, padahal kami sengaja ambil jadwal keberangkatan pkl. 14.05 [jam tidur siangnya Razka].
Ketika pulang ayah gak bisa ikut mobil karena papa dan ibu mau silaturahmi dulu ke kerabat di Yogya, sedangkan masa cuti kami sudah habis. Mau titip barang banyak-banyak juga gak enak, jadinya kami hanya bisa menitipkan babybather-nya Razka. Pakaian dan sebagian oleh-oleh kami pack sedemikian rupa agar bisa masuk koper dan kami gak kebanyakan tentengan, maklum oleh-olehnya aja ada kali 15 kg, banyak pesanan bandeng presto hehehehehe……
Sebenarnya perjalanan pulang ini membuat saya lebih tenang karena ada suami. Tapi… di pesawat Razka lapar, buru–buru saya keluarkan makanan Razka yang sudah saya kemas dalam botol bersendok, ketika makanan tinggal sedikit agak susah dikeluarkan, saya crut-crut, badan botol dipencet-pencet dan di kocok-kocok, oops makanan terlempar ke kursi belakang, mana Razka sudah mangap-mangap, sambil tak henti minta maaf ke penumpang belakang, saya berusaha menenangkan Razka, dan si mbak yang muabookkk [lupa minum antimo], suami juga sibuk lap-lap makanan Razka yang muncrat ke kursi pesawat. Belum lagi Razka minta berdiri, dan ketika di’liling’ sama penumpang belakang dia malah nuangis…. Hwaaaa……. Heboh deh, dan 10 menit lagi pesawat ‘landing’, Alhamdulillah....
Begitulah drama 55 menit di pesawat bersama Razka yang menjadi kenangan maniez ;p
Untungnya ayah pergi lebih dulu dengan mobil bersama papa mertua dan adik ipar, sehingga barang-barang saya titipkan di mobil, sedangkan saya dan si mbak plus Razka naik pesawat dan cukup membawa kebutuhan makan-minum serta baju salin Razka sekedarnya.
Tapi tetep ribet, sambil menunggu peasawat yang delay 1 jam Razka mulai bosan, semua mainan yang dibawa dibuangnya, belum lagi dia pup, ketika 20 menit lagi masuk pesawat. Herannya Razka kok gak mau tidur siang, padahal kami sengaja ambil jadwal keberangkatan pkl. 14.05 [jam tidur siangnya Razka].
Ketika pulang ayah gak bisa ikut mobil karena papa dan ibu mau silaturahmi dulu ke kerabat di Yogya, sedangkan masa cuti kami sudah habis. Mau titip barang banyak-banyak juga gak enak, jadinya kami hanya bisa menitipkan babybather-nya Razka. Pakaian dan sebagian oleh-oleh kami pack sedemikian rupa agar bisa masuk koper dan kami gak kebanyakan tentengan, maklum oleh-olehnya aja ada kali 15 kg, banyak pesanan bandeng presto hehehehehe……
Sebenarnya perjalanan pulang ini membuat saya lebih tenang karena ada suami. Tapi… di pesawat Razka lapar, buru–buru saya keluarkan makanan Razka yang sudah saya kemas dalam botol bersendok, ketika makanan tinggal sedikit agak susah dikeluarkan, saya crut-crut, badan botol dipencet-pencet dan di kocok-kocok, oops makanan terlempar ke kursi belakang, mana Razka sudah mangap-mangap, sambil tak henti minta maaf ke penumpang belakang, saya berusaha menenangkan Razka, dan si mbak yang muabookkk [lupa minum antimo], suami juga sibuk lap-lap makanan Razka yang muncrat ke kursi pesawat. Belum lagi Razka minta berdiri, dan ketika di’liling’ sama penumpang belakang dia malah nuangis…. Hwaaaa……. Heboh deh, dan 10 menit lagi pesawat ‘landing’, Alhamdulillah....
Begitulah drama 55 menit di pesawat bersama Razka yang menjadi kenangan maniez ;p
Selasa, 03 Juni 2008
My Hubby's Birthday
Eh hari ini ya....?!!! Gak kok, gak lupa :)
Ayah.... bunda gak berharap banyak, karena bunda tahu di kematangan usia ayah saat ini, ayah tahu apa yang ayah harus lakukan.
Ayah.... bunda hanya bisa berdoa dan berdoa, memohon dan memohon kepada Allah SWT agar selalu ditingkatkan iman Islamnya, ditambahkan kesolehannya, serta diringankan langkahnya untuk selalu beribadah dan beribadah.
Ayah.... semoga cinta bunda dan Razka menjadikan ayah sebagai imam yang akan membimbing dan mendekatkan kami ke dalam ridhlo Allah Sang Penguasa alam semesta.
Ayah.... maafkan bunda jika belum dapat memberikan yang terbaik dalam kehidupan ayah, semoga kehadiran Razka menjadi pengikat cinta kita, dan menjadikan keluarga kita sakinah, mawaddah dan warrahmah, amiin.
Ayah.... semoga tidak pernah bosan....
Ayah.... bunda gak berharap banyak, karena bunda tahu di kematangan usia ayah saat ini, ayah tahu apa yang ayah harus lakukan.
Ayah.... bunda hanya bisa berdoa dan berdoa, memohon dan memohon kepada Allah SWT agar selalu ditingkatkan iman Islamnya, ditambahkan kesolehannya, serta diringankan langkahnya untuk selalu beribadah dan beribadah.
Ayah.... semoga cinta bunda dan Razka menjadikan ayah sebagai imam yang akan membimbing dan mendekatkan kami ke dalam ridhlo Allah Sang Penguasa alam semesta.
Ayah.... maafkan bunda jika belum dapat memberikan yang terbaik dalam kehidupan ayah, semoga kehadiran Razka menjadi pengikat cinta kita, dan menjadikan keluarga kita sakinah, mawaddah dan warrahmah, amiin.
Ayah.... semoga tidak pernah bosan....
Our 2nd Anniversary

Hmmmm...... 20 Mei yang lalu 2 tahun sudah ya.... masih 'muda' ya..... dan anugerah terbesar, hadiah tak ternilai dalam pernikahan kami ya.... adanya anak ya..... Razka sudah mau 1 tahun Juli mendatang lho....
Saya harus bayak belajar, terutama SABAR dan BERSYUKUR.
Maafkan bunda dan ayah ya Razka kalau belum bisa menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutanmu kelak.
Doa bunda selalu, Razka harus menjadi pemuda tangguh yang mencintai Allah SWT melebihi apa pun di dunia ini dan Razka dapat memilih serta memilah dalam setiap pilihan yang datang ke dalam kehidupan Razka nanti.
Razka sayang jadikanlah AlQuran dan Hadist sebagai pegangan hidup Razka, InsyaAllah Razka akan selamat dunia-akhirat.
Anakku sayang jadilah anak yang sholeh dan kaya akan ilmu ya nak.....
Ya Allah Ya Robbi, jauhkanlah anak kami dari sifat-sifat buruk kami, lindungilah dia, sebagaimana janji Mu pada orang-orang beriman, amiin yaa Robbal Alamiin......
Akhirnya dengan penuh keyakinan saya hanya bisa berdoa, saya pasrahkan hidup dan mati saya pada Mu ya Robb.....
Sesungguhnya hamba bukanlah ahli surga namun hamba sangat takut akan azab Mu ya Allah....
Ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba......
Kamis, 24 April 2008
Razka 1st time swimming

Cita-cita mengenalkan air sejak lahir pada Razka sangat menggebu, seiring dengan pertimbangan yang juga gak kalah menggebunya, tapi.... ketika ada kesempatan menginap di hotel dan Razka sudah 7 bulan pula, maka "ini saatnya" batin saya.
Mumpung di hotel, pasti kolam renangnya tidak men-cendol alias penuh dan pasti kadar kaporitnya rendah, apalagi saya cermati kondisi Razka hari itu cukup fit, meskipun udara sedikit kurang bersahabat, namun bundanya tetap menekadkan untuk 15 menit saja berada di dalam kolam renang, untung bundanya penuh persiapan artinya swimsuit yang sudah dibeli beberapa bulan lalu dibawa pergi sampai Semarang :D
Bukan hanya persiapan untuk Razka, tapi saya juga menyiapkan perlengkapan untuk ayahnya, karena saya minta sang ayah menemani Razka di dalam kolam, secara bundanya punya tugas lain, mendokumentasikan :p
Perlahan-lahan Razka digendong ayahnya nyemplung, tahap pertama adalah perkenalan, yaitu dengan cipak-cipuk kaki, wow dia excited dan mencodongkan badannya ke dalam air, akhirnya ayah membimbing Razka mengenal air lebih jauh, tapi sepertinya Razka sudah cukup terlatih bermain air di dalam bak mandinya, jadi begitu badannya menyentuh air, secara reflek dia menggerakkan kaki layaknya perenang profesional, hahahaha..... lebai yach.
Apalagi setelah saya stimulasi dengan mengikutsertakan mainannya di dalam air, tangannya berusaha menggapai mainan di depannya sehingga tangan Razka menjulur seperti posisi meluncur, hmmmm boleh nih pose-nya.
15 menit tet, time is up, Razka harus diangkat dari air, karena ini kan baru tahap perkenalan apalagi mendung semakin tebal, keceriaannya di dalam air membuat ayah dan bunda gak ragu untuk segera mengajak Razka berenang lagi, "mumpung dia belum takut air lho.... nanti ada masanya seorang anak takut berenang" begitu ujar salah seorang kawan.
Oooohhh..... okd kita berenang lagi di Jakarta ya nak....
Meskipun mas Razka gak perlu jadi perenang tapi dalam sunah Rasul ada 3 hal olah tubuh yang wajib dipelajari; berkuda, memanah, dan berenang [semoga bunda gak salah ya nak....]
luv u mas....
Mumpung di hotel, pasti kolam renangnya tidak men-cendol alias penuh dan pasti kadar kaporitnya rendah, apalagi saya cermati kondisi Razka hari itu cukup fit, meskipun udara sedikit kurang bersahabat, namun bundanya tetap menekadkan untuk 15 menit saja berada di dalam kolam renang, untung bundanya penuh persiapan artinya swimsuit yang sudah dibeli beberapa bulan lalu dibawa pergi sampai Semarang :D
Bukan hanya persiapan untuk Razka, tapi saya juga menyiapkan perlengkapan untuk ayahnya, karena saya minta sang ayah menemani Razka di dalam kolam, secara bundanya punya tugas lain, mendokumentasikan :p
Perlahan-lahan Razka digendong ayahnya nyemplung, tahap pertama adalah perkenalan, yaitu dengan cipak-cipuk kaki, wow dia excited dan mencodongkan badannya ke dalam air, akhirnya ayah membimbing Razka mengenal air lebih jauh, tapi sepertinya Razka sudah cukup terlatih bermain air di dalam bak mandinya, jadi begitu badannya menyentuh air, secara reflek dia menggerakkan kaki layaknya perenang profesional, hahahaha..... lebai yach.
Apalagi setelah saya stimulasi dengan mengikutsertakan mainannya di dalam air, tangannya berusaha menggapai mainan di depannya sehingga tangan Razka menjulur seperti posisi meluncur, hmmmm boleh nih pose-nya.
15 menit tet, time is up, Razka harus diangkat dari air, karena ini kan baru tahap perkenalan apalagi mendung semakin tebal, keceriaannya di dalam air membuat ayah dan bunda gak ragu untuk segera mengajak Razka berenang lagi, "mumpung dia belum takut air lho.... nanti ada masanya seorang anak takut berenang" begitu ujar salah seorang kawan.
Oooohhh..... okd kita berenang lagi di Jakarta ya nak....
Meskipun mas Razka gak perlu jadi perenang tapi dalam sunah Rasul ada 3 hal olah tubuh yang wajib dipelajari; berkuda, memanah, dan berenang [semoga bunda gak salah ya nak....]
luv u mas....
Selasa, 15 April 2008
Remote, HP
Heran euy.... Mas Razka nih doyannya nge-mut-in semua barang, atau memang lagi masa-nya ya.... yang paling heboh kalau dia nemu 'remote', handphone dan benda 'gadget' lainnya.
Seperti biasa, ketika aku lengah meletakkan handphone di sofa dan ternyata ditemukan Razka, wuts langsung disaut dan ..... masuk mulut, nyum yum yummy, emang permen mas....
belum kelar urusan handphone yang di mulutnya, tiba-tiba wuih matanya berbinar-binar lihat remote tv, oops.... buru-buru kusambar hp dari tangannya sebelum dia buang, hhhhh..... untung aja, remote tv masuk mulut dan brrr, brr.... 'semut' aja gitu yang terlihat di layar tv, hahahaha..... salah pencet tuch mas.
Yach.... gitu deh, lucu juga ya?! padahal bundanya gak kurang-kurang beliin mainan dari yang bisa digigit-gigit, didorong-dorong, dilempar-lempar, dipijit-pijit, tapi kok ya.... remote, hp, etc. Apa yang membuat dia tertarik ya....
Nit nit [bunyi alarm sms dari hp ku], buka, huhhh hanya sms promo, 'close' dan kok....?!!!
Ayah..... gimana nih hp ku kok 'hang'? dengan gaya profesional pembongkar hp, si ayah langsung ambil obeng kecil, kutak-kutik dan.... Bun bagian dalamnya basah nih! kenapa ya? aku cium dan gubrak!!! bau ludah mas Razka :p
Setelah ditilik lebih jauh, benda-benda [hp] yang selama ini mulus itu ternyata mendadak bergurat dan lapisan pelindung layar hp juga sedikit terkelupas, och..... gigi mas Razka yang baru enam menjadi kenang-kenangan.
Ooh..... mas Razka bunda jadi tambah cinta deh!
Seperti biasa, ketika aku lengah meletakkan handphone di sofa dan ternyata ditemukan Razka, wuts langsung disaut dan ..... masuk mulut, nyum yum yummy, emang permen mas....
belum kelar urusan handphone yang di mulutnya, tiba-tiba wuih matanya berbinar-binar lihat remote tv, oops.... buru-buru kusambar hp dari tangannya sebelum dia buang, hhhhh..... untung aja, remote tv masuk mulut dan brrr, brr.... 'semut' aja gitu yang terlihat di layar tv, hahahaha..... salah pencet tuch mas.
Yach.... gitu deh, lucu juga ya?! padahal bundanya gak kurang-kurang beliin mainan dari yang bisa digigit-gigit, didorong-dorong, dilempar-lempar, dipijit-pijit, tapi kok ya.... remote, hp, etc. Apa yang membuat dia tertarik ya....
Nit nit [bunyi alarm sms dari hp ku], buka, huhhh hanya sms promo, 'close' dan kok....?!!!
Ayah..... gimana nih hp ku kok 'hang'? dengan gaya profesional pembongkar hp, si ayah langsung ambil obeng kecil, kutak-kutik dan.... Bun bagian dalamnya basah nih! kenapa ya? aku cium dan gubrak!!! bau ludah mas Razka :p
Setelah ditilik lebih jauh, benda-benda [hp] yang selama ini mulus itu ternyata mendadak bergurat dan lapisan pelindung layar hp juga sedikit terkelupas, och..... gigi mas Razka yang baru enam menjadi kenang-kenangan.
Ooh..... mas Razka bunda jadi tambah cinta deh!
Kamis, 10 April 2008
Bandar Djakarta
Urusan janjian "family dinner" di luar bukan hal baru, beberapa kali kami mengatur waktu dan beberapa kali itu pula BATAL, banyak sih alasan-alasan yang mengemuka diantara 3 bersaudara ini [aku, kakakku Mas Wid & adikku Adi], apalagi setelah kami semua berkeluarga.
Tapi kali ini, dengan pengaturan yang cermat dan dibawah kecaman 'gak boleh batal' akhirnya jadilah kami sekeluarga plus Eyang Ti pergi keluar untuk makan malam di tempat yang tidak biasa. Kami menuju ke tempat sesuai rencana, Ancol, tepatnya Seggara [cihui.... nyobain ach, karena kami sama-sama belum pernah].
Mas Wid dan keluarga sudah sampai terlebih dulu, karena Rayyan dan Ahsan mau main-main dulu di pantai. Non problem bro.....
Info pertama muncul di layar sms aku dan Adi, "Segarra tempatnya enak banget, pantainya bagus, pokoknya seperti di Bali, tapi suasanya gak cocok deh buat anak-anak, dan menunya Eropa, gak cocok sama tujuan kita kesini" [jangan-jangan gak cocok juga dengan kantong kita] heheheh....
Ini tanda-tanda adanya hal yang tidak sesuai rencana. Sms berikut dari mas Wid, "gimana nih jadinya", setelah aku berkordinasi via hp dengan Adi akhirnya aku jawab "ya sudah ke Bandar Djakarta aja", sms dari mas Wid muncul lagi "baliknya macet nih, kita makan di resto yang ada di pinggir pantai festival aja" akhirnya aku balas telp "gak ah jauh-jauh kesini kalau cuma makan di resto biasa gak asik, sudah deh bandar djakarta aja, aku sudah 'putbal' kok, nanti aku pesain tempat" perbincangan ini akhirnya membuat keputusan "ok, dealed".
Akhirnya kami makan deh di Bandar Djakarta, tempat ini sebenernya juga sudah ada dalam list resto yang menjadi target kami. Hmmmm meskipun makanan pesanan kami datang setelah 1/2 jam [lama banget gak sih bow.....], setelah didahului dengan berfoto-ria, canda tawa Raul & Rayyan, teriakan Ahsan, dan bengongnya Razka :)) kami tetap menyantap hidangan dengan nikmat.
Tom yam seafood-nya enak, ikan goreng pecah kulitnya juga 'lemaweuh' plus kerang macan akibat salah pesan [maksudnya kerang dara] juga kami santap meskipun gak habis, kebanyakan pesanan sih..... jadi teteup dong ada makanan yang bisa dibawa pulang heheheheh.....
Kenyang ditambah request lagu "Menjaga Hati"nya Yovi & The Nuno dari Raul dan Rayyan mengakhiri kumpul-kumpul keluarga malam ini, kapan-kapan lagi ya bro......
Siip deh, sampai di mobil Razka langsung Zzzzzz.............
Bobo yang nyenyak ya nak.... Ayah & Bunda loves you, our prince charming.
Tapi kali ini, dengan pengaturan yang cermat dan dibawah kecaman 'gak boleh batal' akhirnya jadilah kami sekeluarga plus Eyang Ti pergi keluar untuk makan malam di tempat yang tidak biasa. Kami menuju ke tempat sesuai rencana, Ancol, tepatnya Seggara [cihui.... nyobain ach, karena kami sama-sama belum pernah].
Mas Wid dan keluarga sudah sampai terlebih dulu, karena Rayyan dan Ahsan mau main-main dulu di pantai. Non problem bro.....
Info pertama muncul di layar sms aku dan Adi, "Segarra tempatnya enak banget, pantainya bagus, pokoknya seperti di Bali, tapi suasanya gak cocok deh buat anak-anak, dan menunya Eropa, gak cocok sama tujuan kita kesini" [jangan-jangan gak cocok juga dengan kantong kita] heheheh....
Ini tanda-tanda adanya hal yang tidak sesuai rencana. Sms berikut dari mas Wid, "gimana nih jadinya", setelah aku berkordinasi via hp dengan Adi akhirnya aku jawab "ya sudah ke Bandar Djakarta aja", sms dari mas Wid muncul lagi "baliknya macet nih, kita makan di resto yang ada di pinggir pantai festival aja" akhirnya aku balas telp "gak ah jauh-jauh kesini kalau cuma makan di resto biasa gak asik, sudah deh bandar djakarta aja, aku sudah 'putbal' kok, nanti aku pesain tempat" perbincangan ini akhirnya membuat keputusan "ok, dealed".
Akhirnya kami makan deh di Bandar Djakarta, tempat ini sebenernya juga sudah ada dalam list resto yang menjadi target kami. Hmmmm meskipun makanan pesanan kami datang setelah 1/2 jam [lama banget gak sih bow.....], setelah didahului dengan berfoto-ria, canda tawa Raul & Rayyan, teriakan Ahsan, dan bengongnya Razka :)) kami tetap menyantap hidangan dengan nikmat.
Tom yam seafood-nya enak, ikan goreng pecah kulitnya juga 'lemaweuh' plus kerang macan akibat salah pesan [maksudnya kerang dara] juga kami santap meskipun gak habis, kebanyakan pesanan sih..... jadi teteup dong ada makanan yang bisa dibawa pulang heheheheh.....
Kenyang ditambah request lagu "Menjaga Hati"nya Yovi & The Nuno dari Raul dan Rayyan mengakhiri kumpul-kumpul keluarga malam ini, kapan-kapan lagi ya bro......
Siip deh, sampai di mobil Razka langsung Zzzzzz.............
Bobo yang nyenyak ya nak.... Ayah & Bunda loves you, our prince charming.
Langganan:
Postingan (Atom)